GARUT, PURNAYUDHA.COM – Rencana penambalan jalan rusak di ruas Banjarwangi-Singajaya-Pendeuy, Kabupaten Garut, Jawa Barat, disambut baik warga. Namun, masyarakat berharap proses perbaikan dilakukan secara merata, terutama di titik-titik yang kondisinya sudah parah dan membahayakan pengguna jalan.
Warga meminta penambalan tidak dilakukan sekadar untuk menutup lubang. Kualitas pekerjaan juga dinilai harus menjadi perhatian agar jalan yang telah diperbaiki tidak kembali rusak dalam waktu singkat.
Salah seorang warga, Indra, mengatakan penambalan jalan harus dilakukan dengan benar dan menyasar titik-titik yang memang membutuhkan penanganan segera.
Menurutnya, selama ini terdapat sejumlah titik jalan yang baru diperbaiki namun kembali mengalami kerusakan dalam waktu kurang dari satu bulan.
“Jangan asal-asalan. Kalau penambalannya tidak bagus, belum satu bulan jalan kembali rusak,” kata Indra, Senin (07/09/2026).
Ia berharap pemerintah melakukan pemetaan terhadap kondisi jalan sebelum penambalan dilakukan. Titik jalan yang berlubang parah dan rawan kecelakaan, menurutnya, harus menjadi prioritas.
Selain itu, Indra meminta proses penambalan memperhatikan kualitas material dan pengerjaan. Dengan demikian, perbaikan yang dilakukan tidak hanya bersifat sementara, tetapi dapat bertahan lebih lama.
“Ruas jalan Banjarwangi-Singajaya-Pendeuy merupakan salah satu akses penting bagi aktivitas masyarakat. Kondisi jalan yang rusak dikhawatirkan mengganggu mobilitas warga sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan, khususnya bagi pengendara sepeda motor,” ujarnya.
Indra berharap rencana penambalan tersebut benar-benar menjadi solusi atas kerusakan jalan, bukan sekadar perbaikan sementara.
“Pemerintah harud memastikan seluruh titik rusak yang mendesak mendapatkan penanganan secara proporsional dan tidak hanya terfokus pada lokasi tertentu,” tandasnya.***