GARUT, PURNAYUDHA.COM – Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Garut, Jawa Barat, membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi tersebut dialami warga Kampung Limustilu, Desa Ciudian, Kecamatan Singajaya, yang terpaksa memanfaatkan air Sungai Cikaengan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Minggu (20/09/2026).
Kekeringan yang berlangsung selama berbulan-bulan menyebabkan sejumlah sumur memgering dan mata air menyusut hingga terbatas. Akibatnya, warga harus turun langsung ke sungai untuk mendapatkan air.
Setiap hari, warga menggunakan Sungai Cikaengan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari kebutuhan memasak, mandi, hingga mencuci pakain.
Warga bahkan membuat tempat mandi, cuci, kakus (MCK) sederhana di sekitar bantaran sungai. Mereka harus datang ke sungai karena sumber air bersih di lingkungan permukiman sudah sulit diperoleh.
“Ya mandi, mencuci di sungai. Sebagian ada di rumah, tapi mereka bawa airnya dari sini. Ini untuk minum juga dari sini, sumur resapan sungai,” ujar Putri Nanda Lestari, warga setempat.
Tidak hanya untuk kebutuhan MCK, sebagian warga juga memanfaatkan air resapan Sungai Cikaengan untuk kebutuhan minum. Mereka membuat sumur sederhana di dekat aliran sungai untuk mendapatkan air.
Kepala Dusun Limustilu, Desa Ciudian, Ijang, mengatakan kondisi kekurangan air bersih tersebut menjadi persoalan yang kerap terjadi setiap musim kemarau.
“Ya, ini memang menjadi langganan setiap kemarau. Mata airnya kering, jadi krisis air bersih, terpaksa ke sungai. Ini sudah hampir empat bulan,” katanya.
Menurutnya, sedikitnya terdapat dua kedusunan yang terdampak kekeringan, yakni Dusun Limustilu dan Dusun Ciudian. Pemerintah desa juga telah melakukan sejumlah upaya, termasuk normalisasi sumber mata air agar kembali mengeluarkan air.
Namun, hingga kini warga masih mengandalkan Sungai Cikaengan untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Warga berharap pemerintah segera menyalurkan bantuan air bersih selama kondisi kekeringan masih berlangsung. Selain bantuan darurat, warga juga berharap adanya solusi jangka panjang agar kebutuhan air bersih tidak lagi bergantung pada kondisi sungai setiap musim kemarau.***red***