GARUT, PURNAYUDHA.COM – Unggahan di media sosial yang diduga dibuat oleh seorang tenaga kesehatan inisal L yang berdinas di Puskesmas Banjarwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, menjadi sorotan warganet.

Unggahan tersebut ramai diperbincangkan lantaran dinilai menggunakan bahasa yang kurang pantas saat menanggapi komentar maupun keluhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan.

Dalam unggahan yang beredar, terdapat tulisan berbahasa Sunda yang jika diterjemahkan secara bebas bermakna mendoakan agar para netizen tetap sehat sehingga tidak perlu datang ke fasilitas kesehatan tempatnya bekerja, kecuali untuk bermain atau mengantarkan makanan.

Pada bagian lainnya, terdapat kalimat yang menyebut netizen yang memberikan komentar sebagai orang yang tidak berpendidikan dan hanya berbicara tanpa dasar.

Bahkan, unggahan tersebut juga memuat pernyataan yang menyinggung mengenai ancaman pembakaran serta menyebut orang yang melakukan hal tersebut nantinya akan berurusan dengan polisi.

Unggahan itu kemudian menyebar dan memicu beragam tanggapan dari masyarakat.

Sejumlah warga mempertanyakan etika komunikasi seorang tenaga kesehatan yang bekerja sebagai pelayan publik, khususnya ketika merespons kritik maupun keluhan masyarakat.

Salah satu akun media sosial bernama Ndri turut mengunggah tanggapan terkait persoalan tersebut.

Dalam unggahannya, akun tersebut menyebut pernyataan itu diduga merupakan tanggapan dari salah seorang perawat yang bekerja di Puskesmas Banjarwangi terhadap keluhan masyarakat.

“Ini salah satu tanggapan ti, salah sawios perawat nu aya di Puskesmas Banjarwangi tercinta, tentang keluhan aduan masyarakat yang berobat ke Puskesmas Banjarwangi, apakah mantap?” tulis akun tersebut.

Unggahan dan tangkapan layar pernyataan itu kemudian semakin menyebar di media sosial dan memicu perdebatan di kalangan warga.

Sejumlah warga menilai kritik maupun keluhan terhadap pelayanan publik seharusnya ditanggapi secara proporsional dengan tetap mengedepankan etika komunikasi.

Namun demikian, konteks lengkap mengenai unggahan tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada tenaga kesehatan yang bersangkutan maupun pihak Puskesmas Banjarwangi.

Belakangan, pemilik akun berinisial L, yang disebut-sebut sebagai pembuat story tersebut, muncul dan menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersinggung atau terganggu.

Masyarakat berharap persoalan ini dapat menjadi bahan evaluasi, khususnya dalam menjaga komunikasi dan etika bermedia sosial bagi tenaga kesehatan yang bersinggungan langsung dengan masyarakat.

Warga juga berharap kejadian serupa tidak kembali terulang sehingga hubungan antara tenaga kesehatan dan masyarakat dapat tetap berjalan dengan baik.

Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak Puskesmas Banjarwangi mengenai viralnya unggahan tersebut.***red***

By admin

Leave a Reply