TASIKMALAYA, PURNAYUDHA.COM – Seorang tokoh agama di Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya, menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh salah satu anggota ormas pada Rabu (15/4).
Akibat kejadian tersebut, korban bernama Abdul Yani mengalami luka-luka dan sempat mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Cikatomas.
Dalam video yang sempat viral di media sosial, korban yang sudah berusia lanjut terlihat mengenakan kaos hitam dan sorban. Meski dalam kondisi terluka, korban masih dapat berkomunikasi dengan baik, meski sesekali tampak menahan rasa sakit.
Saat menjalani pemeriksaan medis, terlihat keluarga dan kerabat mendampingi korban di lokasi.
Peristiwa ini pun memicu perhatian luas masyarakat setelah videonya beredar di media sosial, bahkan sempat menimbulkan ketegangan di lingkungan sekitar.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, petugas dari Polsek Cikatomas bersama jajaran Polres Tasikmalaya bergerak cepat dengan mengamankan terduga pelaku.
“Iya pelaku sudah kita amankan, sekarang ada di Polres,” kata Plt Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, Ipda Agus Yusuf.
Pelaku, lanjut Agus, merupakan anggota salah satu LSM, sebagaimana yang sempat beredar di media sosial.
Terkait kronologi kejadian, Agus menjelaskan bahwa peristiwa bermula saat korban melintas di lokasi kegiatan halal bihalal di Desa Cayur.
“Jadi korban ini melintas ke lokasi tempat beberapa orang dari serikat habis halal bihalal di Desa Cayur, entah bagaimana awalnya hingga terjadilah keributan, hingga korban mengalami luka-luka,” kata Agus.
Saat ini, terduga pelaku telah diamankan di Mapolres Tasikmalaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Ipda Agus Yusup Suryana menegaskan, pihak kepolisian menangani kasus ini sesuai prosedur hukum yang berlaku.
“Kami menghimbau masyarakat agar tetap tenang, dan bisa menjaga situasi keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing, serta tidak terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Kasus ini akan kami tangani secara prosedur hukum dan profesional,” kata Ipda Agus.
Ia menambahkan, proses pengamanan terduga pelaku dilakukan secara persuasif oleh anggota gabungan kepolisian melalui komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak.
“Setelah dilakukan pendekatan dan penggalangan oleh anggota, akhirnya terduga pelaku secara kooperatif mendatangi Polres Tasikmalaya,” ujarnya.
Saat ini, polisi masih mendalami kasus tersebut, termasuk motif di balik penganiayaan.
“Motifnya lagi didalami, penting semua pihak bersabar dan percayakan pada polisi,” pungkas Ipda Agus.***