10/08/2026

www.purnayudha.com

Indahnya Berbagi dan Membantu Sesama Salam Kemanusiaan

Sembilan Atlet Muaythai Tasikmalaya Raih 9 Medali di Kejurnas Kota Bekasi

TASIKMALAYA, PURNAYUDHA.COM – Sembilan atlet Pasundan Muaythai Academy yang berada di bawah naungan Pengcab Muaythai Indonesia Kabupaten Tasikmalaya sukses menorehkan prestasi di ajang Indonesia Muaythai Championship tingkat nasional.

Membawa nama Jawa Barat, seluruh atlet yang tampil di Kejurnas yang digelar di Kota Bekasi pada 4–9 Agustus 2026 tersebut berhasil membawa pulang medali. Total sembilan medali diraih, terdiri dari dua emas, tiga perak, dan empat perunggu.

Dua medali emas masing-masing dipersembahkan Bilqis Ufaira Elfina dan Muhammad Dimas Abdul Fatah.

Bilqis yang merupakan siswi SMPN 2 Kota Tasikmalaya tampil di kelas 34 kilogram dan berhasil menang melalui Technical Knockout (TKO) pada ronde pertama.

Sementara Dimas, siswa SMPN 1 Singaparna, meraih emas di kelas 32 kilogram setelah mengalahkan lawannya melalui TKO pada ronde kedua.

Selain emas, tiga medali perak diraih Sonya Nur Aulia Rahmayanti di kelas 45 kilogram, Satrio Bayu Sakti di kelas 60 kilogram, serta pasangan Sonya dan Dila Zaskia Sofyanti pada kategori seni Muay Boran.

Empat medali perunggu masing-masing diraih Muhamad Rifdal Hermansyah, Haikal Akbar Riziq, Ira Purwanti, dan Dila Zaskia Sofyanti.

Pada kategori seni Wai Khruu, Bilqis Ufaira Elfina juga tampil dan berhasil menempati peringkat kelima nasional.

Ketua Pengcab Muaythai Indonesia Kabupaten Tasikmalaya, Adi Septian Nugraha, mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil persiapan panjang yang dilakukan para atlet.

Sebelum berlaga di tingkat nasional, para atlet menjalani latihan intensif selama kurang lebih empat bulan. Persiapan tidak hanya menyangkut teknik bertanding, tetapi juga fisik, mental, serta menjaga berat badan agar sesuai dengan kelas masing-masing.

Adi mengaku bersyukur seluruh atlet yang diberangkatkan mampu membawa pulang medali.

“Alhamdulillah hasil yang diberikan semua atlet yang berangkat ke Kejurnas ini bisa membawa medali. Kendatipun tidak semua bisa meraih medali emas, tentunya itu merupakan bukti dari hasil kerja keras mereka serta tim pelatih,” ujarnya.

Jadi Bekal Hadapi Porprov Jabar

Hasil Kejurnas di Kota Bekasi juga menjadi bahan evaluasi bagi Pengcab Muaythai Indonesia Kabupaten Tasikmalaya untuk menghadapi Porprov XV Jabar 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang.

Pengurus dan tim pelatih akan mengevaluasi penampilan seluruh atlet sekaligus meningkatkan intensitas latihan. Para atlet yang diproyeksikan memperkuat Kabupaten Tasikmalaya di Porprov nantinya akan mengikuti program training center (TC).

Salah satu atlet yang mencatatkan perjuangan panjang di Kejurnas adalah Satrio Bayu Sakti. Turun di kelas 60 kilogram, Satrio harus menjalani tiga pertandingan.

Dua laga awal berhasil dimenangkannya melalui TKO pada ronde pertama dan kedua. Namun, pada pertandingan terakhir, Satrio harus mengakui keunggulan lawan melalui perolehan poin dan akhirnya membawa pulang medali perak.

“Pada event ini, saya mohon maaf hanya mampu mempersembahkan medali perak. Meskipun telah berusaha sekuat tenaga, namun hasil akhir itulah yang mampu saya berikan,” kata Satrio.

Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Kabupaten Tasikmalaya, Nana Sumarna, memberikan apresiasi atas perjuangan para atlet.

Menurutnya, prestasi tersebut merupakan buah dari latihan keras yang telah dijalani para atlet, termasuk dalam menempa fisik dan mental selama berada di camp pelatihan.

Ia berharap capaian di tingkat nasional tersebut menjadi motivasi untuk menghadapi Porprov Jabar.

“Prestasi ini harus terus ditingkatkan terutama untuk membuktikan pada event Porprov yang akan datang. Saya targetkan minimal perolehan medali yang sama bisa dibawa pulang oleh Pengcab Muaythai Indonesia Kabupaten Tasikmalaya nanti,” pungkas Nana.***