GARUT, PURNAYUDHA.COM – Gempa yang terjadi di wilayah Pangandaran benerapa hari kebelakang, Jawa Barat, memicu pergerakan tanah di Kampung Genteng, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Akibat pergerakan tanah tersebut, satu rumah warga mengalami rusak berat hingga sebagian bangunan ambruk. Sementara itu, sedikitnya empat rumah lainnya yang berada di bawah tebing terancam terdampak.
Rumah milik Yana, warga Kampung Genteng RT 02 RW 06, mengalami kerusakan setelah tanah di sekitar bangunan bergerak dan mengalami retakan. Sebagian bangunan rumah bahkan ambruk akibat kondisi tanah yang labil.
Beruntung, saat peristiwa terjadi, penghuni rumah sedang berada di luar bangunan sehingga tidak ada korban jiwa.
Warga kemudian mengevakuasi penghuni dan menjauhkan aktivitas dari lokasi rumah yang rusak karena khawatir terjadi pergerakan tanah susulan maupun material bangunan kembali ambruk.
Warga setempat, Eka Dani, mengatakan retakan tanah mulai terlihat setelah gempa terjadi di wilayah Pangandaran. Retakan tersebut kemudian berkembang hingga menyebabkan rumah warga ambruk.
“Ini awalnya gempa Pangandaran kemarin, memicu ada pergerakan tanah dan retakan hingga rumah ini ambruk. Selanjutnya dievakuasi karena takut material bangunan ambruk lagi, di bawahnya ada rumah,” kata Eka Dani, Selasa (18/8/2026).
Selain merusak satu rumah, kondisi tanah yang bergerak juga mengancam sedikitnya empat rumah warga yang berada di bawah tebing. Kondisi tanah yang labil dan resapan air dikhawatirkan dapat memperparah pergerakan tanah.
Petugas dari Kecamatan Banjarwangi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Satpol PP telah melakukan asesmen di lokasi untuk mengetahui kondisi tanah serta tingkat ancaman terhadap rumah-rumah warga.
Plt Kasi Trantib Kecamatan Banjarwangi, Hikmat, mengatakan hasil asesmen sementara menunjukkan satu rumah mengalami rusak berat, sedangkan empat rumah lainnya berada dalam kondisi terancam.
“Kami bersama BPBD dan Satpol PP melaksanakan asesmen pascaterjadi pergerakan tanah yang mengakibatkan rumah ambruk. Yang terdampak satu rusak berat, empat terancam di bawahnya,” ujar Hikmat.
Petugas mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak mendekati bangunan yang mengalami kerusakan. Warga yang berada di sekitar lokasi juga diminta segera mengungsi apabila kembali menemukan retakan tanah atau terjadi pergerakan tanah susulan.
Hingga kini, pemantauan terhadap kondisi tanah di sekitar lokasi masih dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan pergerakan tanah kembali terjadi.
More Stories
Pohon Tumbang Sempat Lumpuhkan Jalur Bandung–Garut di Kersamanah, Polisi Bergerak Cepat Lakukan Evakuasi
Kebakaran Hanguskan Rumah di Desa Girimukti, Kerugian Capai Serstus Juta
Hujan Deras TPT Setinggi 10 Meter Longsor Ancam 3 Rumah Warga di Singajaya