GARUT, PURNAYUDHA.COM – Rumah milik seorang aktivis media sosial di Kabupaten Garut, Jawa Barat, sebagian hangus dilalap api. Pemilik rumah menduga kebakaran tersebut bukan musibah biasa, melainkan sengaja dilakukan oleh orang tak dikenal.
Aktivis tersebut adalah Bikbik Saepulani atau yang akrab disapa Kang Bahar. Selama ini ia dikenal aktif menyuarakan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah melalui media sosial.
Peristiwa kebakaran terjadi di Kampung Legok Dage, Desa Talagasari, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut. Sebagian rumah milik Bikbik hangus terbakar dan tak lagi bisa ditempati.
Saat melihat kondisi rumahnya yang tinggal puing dan arang sisa kebakaran di ruang sebelah lantai satu, Bikbik tampak emosi. Ia menduga kebakaran tersebut berkaitan dengan aktivitasnya yang selama ini kerap melontarkan kritik terhadap kebijakan pemerintah desa lewat media sosial.
Dalam unggahan di akun pribadinya, Bikbik menyebut dirinya sering menyampaikan kritik terhadap kebijakan yang dianggap tidak berpihak kepada masyarakat. Ia pun menduga ada pihak yang tidak senang dengan aktivitasnya tersebut.
Menurutnya, sebelum kejadian kebakaran ia sempat menerima ancaman melalui akun media sosial tak dikenal. Ancaman tersebut bahkan menyebut akan mencelakai dirinya dan keluarga.
Saat kebakaran terjadi, rumah dalam keadaan kosong karena Bikbik sedang menginap di rumah bibinya. Kondisi rumah yang berada cukup jauh dari permukiman warga membuat api tidak segera diketahui.
Bikbik mengaku baru mengetahui rumahnya terbakar pada Kamis siang sekira pukul 13.00 WIB sepulang dari rumah kerabatnya.
Akibat kebakaran itu, hampir seluruh bagian rumah mengalami kerusakan. Tidak hanya lantai satu yang hangus, sejumlah barang di lantai dua juga rusak akibat kobaran api dan asap tebal.
“Kalau informasi tidak ada. Begitu saya pulang nginep dari rumah bibi pas saya sampai sini rumah sudah dalam keadaan terbakar. Yang terbakar itu alat-alat kerja saya, terus baju, kasur, lemari-lemari kecil, kasur lantai, sampai tembok pun pada pecah,” kata Bikbik saat dikonfirmasi di lokasi rumahnya, Kamis (7/5/2026).
Sementra itu pasca kejadian pihak kepolisian telah mendatangi lokasi kejadian dan tengah melakukan penyelidikan atas penyebab pasti insiden ini.***tim lipsus***