16/08/2026

www.purnayudha.com

Indahnya Berbagi dan Membantu Sesama Salam Kemanusiaan

Hasil Konsolidasi Tiga Kecamatan, Warga Siapkan Aksi Tuntut Perbaikan Jalan

GARUT, PURNAYUDHA.COM – Konsolidasi warga dari tiga kecamatan, yakni Banjarwangi, Singajaya, dan Pendeuy, Kabupaten Garut, menghasilkan sejumlah tuntutan terkait kondisi infrastruktur jalan yang dinilai semakin memprihatinkan.

Konsolidasi yang dikoordinatori Lukmannul hakim tersebut menjadi wadah masyarakat untuk menyamakan persepsi dan sikap sekaligus merumuskan langkah dalam mendorong pemerintah daerah untuk segera melakukan perbaikan jalan.

Dari hasil konsolidasi, masyarakat di 3 kecamatan merasakan keresahan yang sama dan sangat kecewa dengan tidak di prioritaskannya jalan Banjarwangi,Singajaya, dan Pendeuy ke dalam draf perubahan KUA-PPAS 2026 dan KUA-PPAS 2027. Padahal kondisinya sudah Rusak berat, sudah hampir 11 Tahun tidak disentuh Oleh APBD. padahal ini jalan kabupaten kewajiban pemerintah daerah untuk memperbaikinya.

Bagi masyarakat di 3 kecamatan Banjarwangi,Singajaya,Pendeuy ini sudah menjadi agenda Aksi 10 tahunan menuntut perbaikan jalan tersebut. Dulu Tahun 2006 jalan ini di Hotmix oleh APBD setelah masyarakat 3 kecamatan kompak mendatangi pendopo. 10 Tahun kemudian Di Hotmix kembali oleh APBD setelah masyarakat 3 kecamatan kompak melakukan aksi menanam pohon pisang di sepanjang jalan yg rusak dan menabur ikan di lubang jalan lalu masyarakat memancingnya.

Dan sekarang 2026 sudah genap kurang lebih 10 tahun. Kondisi jalan rusak parah dan sangat memperihatinkan.

Benar kata p.bupati bahwa yang bupati harus urus bukan hanya 3 kecamatan, ada 42 kecamatan yang harus juga diperhatikan. Tetapi Tunjukan ke saya dari semua jalan kabupaten, mana jalan yg tingkat kerusakan paling parah dari jalan banjarwangi,Singajaya,Pendeuy. Ayo tunjukan. 11 Tahun jalan ini gak disentuh APBD, selain pemeliharaan-pemeliharaan kecil. Harus objektif dalam menentukan program prioritas infrastruktur.
Kalau kendala pemerintah daerah soal evesieunsi, piskal dll, kita pasti terima dan tidak akan banyak menuntut. Ini fakta nya ada 296.Miliar yang 160.miliar tersentral di dapil nya Ketua DPRD dan daerah kelahiran nya Kadis PUPR. sisanya di bagi kesemua dapil. Dimana berkeadilannya.??

Lalu opsen pajak kendaraan dari total 116.Miliar itu dikemanakan, yg dialokasikan untuk infrastruktur cuma 60.miliar pdahal sudah ada intruksi Gubernur Agara opsen pajak di alokasikan 100% untuk perbaikan jalan.

Maka tuntutan kita tidak banyak. Tuntutan kita hanya satu REVISI draf perubahan KUA-PPAS 2026 dan KUA-PPAS 2027. Masukan jalan Banjarwangi Singjaya Pendeuy ke perubahan KUA-PPAS 2026 dan 2027

Kemudian Bupati bilang tahun ini akan di bangun oleh program IJD sepanjang 6,5 Km. Ini hanya mengkaper dari pamegatan sampai lemah duhur dari desa tanjungjaya Banjarwangi sampai ke desa Mulyajaya. Dan Aspirasinya pak Ade Ginanjar bukan keberpihakan p.bupati ke banjrwangi singajaya Pendeuy.

Koordinator Lukmanul Hakim, menegaskan pada hari kamis nanti tangal 20 Agustus akan turun 10.000 masa 48 elef, 32 trevel serta 1000 motor dari 3 kecmatan Banjarwangi,Singajaya,Pendeuy. Ini sudah terkonsolidasi dan siap mengepung Kantor Bupati serta DPRD.***