GARUT, PURNAYUDHA.COM – Warga Desa Padahurip, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, menyambut gembira dimulainya pembangunan kembali Jembatan Cipaniis yang sebelumnya ambruk akibat banjir bandang pada Agustus 2025 lalu. Rekonstruksi jembatan tersebut menjadi harapan baru bagi masyarakat setelah hampir dua tahun mengalami keterbatasan akses transportasi.

Jembatan Cipaniis merupakan jalur vital yang menghubungkan dua dusun di Desa Padahurip. Sejak ambruk diterjang banjir bandang, aktivitas warga terganggu karena kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.

Selama jembatan utama belum diperbaiki, warga terpaksa bergotong royong membangun jembatan darurat menggunakan bambu dan batang pohon pinang. Sarana sederhana tersebut hanya dapat digunakan pejalan kaki untuk menyeberangi sungai dan menjadi satu-satunya akses yang tersedia bagi masyarakat.

Kondisi tersebut membuat warga harus menempuh jalur alternatif yang lebih jauh dan cukup berat. Masyarakat terpaksa memutar beberapa kilometer melalui medan perbukitan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, mengangkut hasil pertanian, hingga mengakses fasilitas pendidikan, kesehatan, dan layanan pemerintahan.

Salah seorang warga, Deni Hidayat, mengaku bersyukur pembangunan jembatan akhirnya dapat direalisasikan. Menurutnya, keberadaan jembatan sangat penting untuk menunjang aktivitas masyarakat dan memperlancar roda perekonomian desa.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih karena pembangunan jembatan akhirnya dimulai. Sudah lama masyarakat menantikan perbaikan ini. Semoga pengerjaannya berjalan lancar dan segera bisa digunakan kembali oleh warga,” ujarnya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan warga kepada Pemerintah Kabupaten Garut, khususnya Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, yang dinilai telah merespons aspirasi masyarakat dan memperhatikan kebutuhan warga di daerah terdampak bencana.

Sementara itu, pelaksana proyek, Ayi Udil, mengatakan pembangunan jembatan dilakukan dengan mengedepankan kualitas konstruksi agar hasilnya kokoh, aman, dan dapat digunakan dalam jangka panjang.

“Alhamdulillah pembangunan ini sangat membantu masyarakat. Pemerintah bergerak cepat merespons kebutuhan warga pascabencana. Kami sebagai pelaksana berupaya memaksimalkan pekerjaan, baik dari sisi kualitas material maupun proses pembangunan. Transparansi kepada masyarakat juga terus kami lakukan agar pelaksanaan proyek berjalan dengan baik,” katanya.

Menurut Ayi, seluruh tahapan pekerjaan dilakukan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Ia berharap pembangunan dapat selesai tepat waktu sehingga masyarakat bisa kembali menikmati akses transportasi yang layak.

Hal senada disampaikan Aan, Ketua RW setempat yang mengaku puas dengan kualitas pekerjaan yang sedang berlangsung. Ia menilai pemerintah telah menunjukkan komitmennya dalam mempercepat pemulihan infrastruktur yang rusak akibat bencana alam.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati Garut, pihak kecamatan, pemerintah desa, dan pelaksana proyek. Respons pemerintah sangat cepat. Dari yang kami lihat, pembangunan dilakukan dengan baik dan konstruksinya terlihat kokoh. Mudah-mudahan jembatan ini bisa bertahan lama dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” ungkapnya.

Pembangunan kembali Jembatan Cipaniis diharapkan mampu mengembalikan normalitas aktivitas warga yang selama hampir dua tahun terdampak akibat terputusnya akses utama penghubung antardusun. Selain memperlancar mobilitas masyarakat, keberadaan jembatan tersebut juga diyakini akan mendukung peningkatan perekonomian warga, terutama bagi para petani yang selama ini kesulitan mendistribusikan hasil panennya.

Dengan dimulainya rekonstruksi jembatan, warga Padahurip kini kembali memiliki harapan bahwa akses transportasi, pelayanan publik, dan aktivitas ekonomi di wilayah mereka akan pulih sepenuhnya setelah sempat terhambat akibat bencana banjir bandang.***

By admin

Leave a Reply