GARUT, PURNAYUDHA.COM – Kondisi memprihatinkan dialami puluhan siswa SD Negeri 1 Sukanagara, Desa Sukanagara, Kecamatan Peundeuy, Kabupaten Garut. Di tengah dimulainya tahun ajaran baru, mereka terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar di ruang kelas yang rusak berat dan dipenuhi kotoran kelelawar serta burung.
Kondisi sekolah tersebut menjadi perhatian publik setelah sebuah video yang direkam wali murid viral di media sosial. Dalam video terlihat ruang kelas dengan atap berlubang, plafon ambruk, lantai masih berupa tanah, serta dinding, meja, kursi, hingga papan tulis dipenuhi kotoran hewan.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Rabu (15/7/2026), kerusakan paling parah terdapat di ruang kelas 2 dan kelas 3. Lubang pada bagian atap membuat kelelawar dan burung bebas keluar masuk sehingga menjadikan bangunan sekolah sebagai tempat bersarang. Akibatnya, kotoran hewan terus menumpuk dan menimbulkan bau menyengat yang mengganggu proses belajar.
Sebelum kegiatan belajar dimulai, siswa bersama guru harus membersihkan ruangan terlebih dahulu agar dapat digunakan. Namun, kondisi tersebut hanya bersifat sementara karena kotoran kembali bermunculan setiap hari.
Salah seorang siswa, Siti Nurlatifah, mengaku dirinya dan teman-temannya merasa tidak nyaman belajar di kelas yang rusak.
“Kami tidak nyaman belajar di sini karena banyak kotoran burung dan atapnya juga sudah mau roboh. Kami takut atapnya roboh. Kami ingin sekolah kami segera diperbaiki supaya bisa belajar dengan nyaman,” ujarnya.
Guru SDN 1 Sukanagara, Ganda Risman, mengatakan saat ini sekolah memiliki 103 siswa, termasuk sembilan peserta didik baru pada tahun ajaran 2026. Meski kondisi bangunan memprihatinkan, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung karena tidak ada ruang kelas lain yang bisa digunakan.
“Kalau ditanya nyaman atau tidak, tentu tidak nyaman. Terutama untuk siswa kelas dua dan kelas tiga. Tetapi kami tidak memiliki pilihan lain karena ruang kelas lainnya sudah terpakai,” katanya.
Menurut Ganda, ruang kelas 3 menjadi lokasi dengan kondisi paling parah karena telah lama menjadi sarang kelelawar sejak plafon bangunan ambruk.
“Kami rutin membersihkan ruangan, tetapi kelelawarnya sangat banyak sehingga kotorannya terus muncul. Saat libur sekolah kemarin, ruangan tidak digunakan sehingga jumlah kelelawar semakin bertambah,” jelasnya.
Pihak sekolah menyebut terdapat dua ruang kelas yang mengalami kerusakan berat dan membutuhkan penanganan segera. Mereka berharap pemerintah daerah segera merealisasikan perbaikan agar siswa dapat belajar di lingkungan yang aman, sehat, dan layak, terutama di awal tahun ajaran baru.
rep: Ind
Editor: redaksi
More Stories
Hadiri Nobar Final Hydroplus U-18, Bupati Garut Dorong Kemajuan Sepak Bola Wanita
Bupati Garut Dorong Peran Orang Tua Dampingi Anak dan Kembangkan Potensi Siswa
KNPI Kabupaten Tasikmalaya Resmi Dipimpin Burhanudin Muslim, Fokus Satukan Pemuda dan Dorong UMKM Digital