TASIKMALAYA, PURNAYUDHA.COM – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tasikmalaya terus mendorong peningkatan kesadaran tertib berlalu lintas di kalangan remaja. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan safety riding bagi siswa SMAN 1 Singaparna, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan membangun kesadaran pelajar tentang pentingnya keselamatan di jalan raya sekaligus membekali mereka dengan pengetahuan mengenai aturan dan etika berkendara untuk meminimalkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Kasat Lantas Polres Tasikmalaya AKP Trias Karso Yuliantoro mengatakan, edukasi ini menjadi langkah preventif untuk memastikan para pelajar yang menggunakan kendaraan bermotor memahami kewajiban serta aspek keselamatan selama berkendara.
Materi yang diberikan meliputi kelengkapan surat-surat kendaraan, perlengkapan keselamatan, pemahaman rambu lalu lintas, hingga teknik berkendara yang sesuai dengan aturan.
“Kami berikan edukasi mulai dari pemenuhan kelengkapan surat dan peralatan berkendara, tata cara mengemudi yang benar, hingga pemahaman terhadap rambu-rambu lalu lintas,” ujar Trias.
Tak hanya mendapatkan pembekalan teori, para siswa juga diajak mengikuti praktik langsung di lapangan. Petugas memberikan peragaan teknik pengereman mendadak yang aman serta cara menjaga keseimbangan tubuh ketika melakukan manuver di tikungan.
Dalam kegiatan tersebut, Satlantas Polres Tasikmalaya turut mengenalkan tahapan ujian teori dan praktik untuk memperoleh Surat Izin Mengemudi (SIM). Dua siswa yang dinilai memenuhi persyaratan dan berhasil melewati tahapan praktik langsung mendapatkan SIM.
Trias menjelaskan, seluruh siswa diberikan kesempatan mengikuti sesi penyampaian materi. Sementara itu, praktik berkendara di lapangan diprioritaskan bagi pelajar yang telah memenuhi batas usia dan memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Selain keselamatan berkendara, kepolisian juga menyoroti penggunaan knalpot tidak standar atau knalpot brong yang masih menjadi perhatian. Penggunaan knalpot yang tidak sesuai ketentuan tersebut dilarang dan dinilai dapat mengganggu ketertiban serta berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.
“Suara bising dari knalpot brong cenderung memicu pengemudi untuk melajukan kendaraannya lebih cepat. Hal inilah yang sangat berpotensi menyebabkan kecelakaan di jalan raya,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Satlantas Polres Tasikmalaya berharap para pelajar semakin memahami pentingnya disiplin berlalu lintas dan tidak mengabaikan aspek keselamatan saat berkendara.
Pihak kepolisian juga mengajak guru serta pengelola sekolah untuk turut berperan aktif mengawasi dan memberikan edukasi kepada siswa, sehingga budaya tertib berlalu lintas dapat diterapkan, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.***