TASIKMALAYA, PURNAYUDHA.COM – Warga Kampung Cibeureum, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, digegerkan dengan kasus penganiayaan yang menewaskan seorang pria pada Sabtu (3/10/2026) sore.

Korban diketahui bernama **Jajang Nuryadin (36)**. Ia ditemukan warga dalam kondisi telentang dan bersimbah darah di lokasi kejadian. Korban mengalami luka cukup parah, terutama pada bagian kepala.

Kepala Subseksi Hubungan Masyarakat Polres Tasikmalaya Aipda Triana Anggasari membenarkan adanya peristiwa tersebut. Polisi menerima laporan dari warga bernama Olik Suwandi terkait ditemukannya korban dalam kondisi kritis.

Mendapat laporan tersebut, personel Satreskrim Polres Tasikmalaya bersama Polsek Tanjungjaya langsung mendatangi lokasi. Namun, saat petugas tiba, korban telah dinyatakan meninggal dunia.

Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan sejumlah barang bukti serta meminta keterangan dari sejumlah saksi. Jenazah korban selanjutnya dibawa ke RSUD KHZ Musthafa Tasikmalaya untuk menjalani pemeriksaan dan otopsi.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Heru Syamsul Bahri mengatakan, proses otopsi dan pra-rekonstruksi dilakukan untuk mengetahui secara lebih jelas penyebab kematian serta rangkaian peristiwa yang terjadi.

Hasil pemeriksaan medis sementara menemukan sembilan luka pada bagian kepala korban. Di antaranya luka terbuka pada dahi kanan bagian atas sepanjang sekitar 6 sentimeter, luka pada bagian tengah dahi sepanjang 2 sentimeter, luka di sekitar bibir hingga kerusakan pada gigi.

Selain itu, ditemukan pula sejumlah luka lecet pada bagian lutut, pinggang dan siku korban.

Dari hasil penyelidikan, polisi kemudian mengarah kepada seorang warga setempat berinisial PF alias Ipal (38) sebagai terduga pelaku.

Tak sampai 12 jam sejak korban ditemukan, polisi berhasil mengamankan PF pada Sabtu malam sekitar pukul 20.30 WIB. Terduga pelaku diamankan tanpa perlawanan.

“Pelaku sudah kami amankan dan yang bersangkutan telah mengakui perbuatannya melakukan penganiayaan hingga menyebabkan kematian korban,” kata Heru.

Untuk mengungkap secara utuh perkara tersebut, penyidik masih melakukan pendalaman terhadap keterangan saksi, barang bukti serta hasil pemeriksaan forensik.

Sementara itu, setelah proses otopsi selesai, jenazah Jajang telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Hingga kini polsis masih mendalami motif penganiayaan yang berujung pada kematian korban.***

By admin

Leave a Reply