GARUT, PURNAYUDHA.COM – Seorang lansia janda bernama Ria, warga Kampung Nyalindung, Desa Girimukti, Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut, Jawa Barat, terpaksa menjalani hari tuanya di rumah yang tidak layak huni. Kondisi rumah yang ditempatinya dinilai membahayakan keselamatan, terutama saat musim hujan.

Nenek Ria diketahui tinggal seorang diri di rumah dengan kondisi bangunan yang memprihatinkan. Dinding rumah tampak rapuh, sementara atapnya sudah tidak memadai. Jika hujan turun, air kerap masuk ke dalam rumah sehingga mengancam keselamatan penghuninya.

Salah seorang warga Desa Girimukti, Ade, mengatakan kondisi rumah Nenek Ria sebenarnya sudah lama diketahui warga sekitar. Bahkan, pihak desa disebut telah menerima laporan terkait kondisi tersebut.

Menurut Ade, rumah Nenek Ria sebelumnya sempat diajukan untuk mendapatkan bantuan melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Namun hingga kini belum ada kejelasan ataupun realisasi bantuan dari pihak terkait.

“Rencananya akan dibangun dulu secara swadaya oleh tokoh masyarakat H Dadang bersama warga masyarakat. Memang pernah diajukan ke program Rutilahu, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan,” ujar Ade kepada wartawan, Jumat (02/01/2026).

Sebagai bentuk kepedulian sosial, warga sekitar pun berencana membangun rumah Nenek Ria secara gotong royong. Warga berharap upaya swadaya ini dapat membuat rumah tersebut lebih layak dan aman untuk ditempati.

Hal senada disampaikan warga lainnya, Risman. Ia membenarkan bahwa Nenek Ria memang tinggal seorang diri di Kampung Nyalindung, RW Cikadu, Desa Girimukti, dengan kondisi ekonomi yang serba terbatas.

“Betul, beliau tinggal sendiri dan kondisinya memang memprihatinkan,” kata Risman.

Kondisi yang dialami Nenek Ria menjadi potret masih adanya warga kurang mampu di Kabupaten Garut yang membutuhkan perhatian serius, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar berupa hunian yang aman dan layak.***tim***

By admin

Leave a Reply