GARUT, PURNAYUDHA.COM — Sekolah Tinggi Agama Islam Nusantara (STAINUS) Garut menggelar kegiatan Tasyakur Binnikmat dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda 2026. Kegiatan yang berlangsung khidmat di lingkungan kampus tersebut menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebangsaan, membangun karakter generasi muda, serta mendorong penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).
Mengusung tema “Merajut Asa, Menyalakan Pelita Persatuan di Bumi Pertiwi,” peringatan ini mengajak mahasiswa dan civitas akademika untuk merefleksikan kembali makna Sumpah Pemuda sebagai tonggak penting persatuan bangsa Indonesia.
Ketua STAINUS Garut, Risan Sugiayasin, S.Pd., M.M., dalam sambutannya mengingatkan pentingnya meneladani semangat para pemuda pada 1928 yang mengesampingkan perbedaan suku dan latar belakang demi mewujudkan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, yakni Indonesia.
Menurutnya, semangat persatuan tersebut harus terus dijaga dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi di era digital.
Ia menegaskan bahwa keberagaman Indonesia merupakan kekuatan yang harus dirawat bersama, bukan menjadi alasan untuk memunculkan perpecahan. Perbedaan suku, bahasa, budaya, dan keyakinan perlu disikapi dengan semangat toleransi serta saling menghormati.
Selain persatuan, Risan juga menekankan pentingnya pembentukan karakter dan integritas bagi generasi muda. Menurutnya, kemajuan bangsa tidak cukup diukur dari perkembangan pembangunan fisik maupun kecanggihan teknologi, tetapi juga dari kualitas moral, kejujuran, dan tanggung jawab generasi penerusnya.
“Mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga harus memiliki karakter, integritas, dan kepedulian terhadap lingkungan sosialnya,” demikian pesan yang ditekankan dalam sambutannya.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), mahasiswa juga didorong untuk meningkatkan kemampuan dalam bidang IPTEK. Namun, penguasaan teknologi harus diimbangi dengan nilai-nilai agama, etika, dan kemanusiaan agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Risan turut mengajak generasi muda untuk menerjemahkan semangat nasionalisme ke dalam aksi nyata di ruang digital. Menurutnya, perjuangan pemuda masa kini tidak lagi terbatas pada medan perjuangan fisik, tetapi juga berlangsung melalui pemanfaatan teknologi dan media sosial secara bertanggung jawab.
Mahasiswa diharapkan mampu menangkal penyebaran berita bohong atau hoaks, membangun komunikasi yang positif, menyebarkan pesan toleransi, serta mendukung karya, produk, dan kebudayaan lokal sebagai bagian dari kecintaan terhadap bangsa.
Kesadaran sejarah juga menjadi pesan penting dalam peringatan tersebut. Generasi muda diingatkan agar tidak melupakan perjuangan para pendahulu yang telah mengorbankan tenaga, pikiran, dan kehidupan demi kemerdekaan serta persatuan Indonesia.
Setiap langkah dan karya generasi muda diharapkan memiliki nilai positif, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta berkontribusi terhadap kemajuan bangsa.
Melalui kegiatan Tasyakur Binnikmat peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026 ini, STAINUS Garut berharap mahasiswa semakin memahami peran strategisnya dalam menjaga persatuan, memperkuat karakter, dan menghadapi tantangan zaman dengan kemampuan intelektual serta landasan moral yang kuat.
Peringatan tersebut ditutup dengan ajakan kepada seluruh mahasiswa untuk terus menumbuhkan semangat kebangsaan, menjaga persaudaraan, dan berkontribusi nyata dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur melalui dunia pendidikan tinggi.***