GARUT, PURNAYUDHA.COM – Menghadapi kemarau panjang yang menyebabkan kekeringan dan mulai menyulitkan warga mendapatkan air bersih, ratusan warga bersama pelajar di Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, menggelar shalat Istisqa dan doa bersama.

Kegiatan yang berlangsung di Lapang Lemah Luhur, Cisewu, Kamis (15/10/2026), tersebut diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pelajar tingkat SLTP dan SLTA.

Shalat Istisqa digelar sebagai bentuk ikhtiar spiritual masyarakat untuk memohon kepada Allah SWT agar segera diturunkan hujan, setelah wilayah Cisewu dan kawasan Garut Selatan dilanda kemarau selama berbulan-bulan.

Camat Cisewu, Ade Poniman, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya bersama masyarakat dalam menghadapi dampak kekeringan yang semakin dirasakan.

Menurutnya, kemarau panjang tidak hanya berdampak terhadap ketersediaan air bersih, tetapi juga menyebabkan lahan persawahan petani mulai mengering.

“Atas nama Forkopimcam Cisewu, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga, alim ulama, tokoh masyarakat, KUA, dan khususnya para pelajar yang telah hadir mengikuti kegiatan ini,” ujar Ade dalam sambutannya.

Ia menambahkan, selain mengupayakan penanganan kekeringan melalui langkah-langkah pemerintah, masyarakat juga diajak memperkuat doa dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Ade berharap hujan segera turun sehingga kebutuhan air masyarakat kembali terpenuhi dan aktivitas pertanian dapat berjalan normal.

Ia juga berpesan kepada para pelajar agar menjadikan kegiatan tersebut sebagai pembelajaran mengenai pentingnya kebersamaan, kepedulian sosial, dan menjaga lingkungan.

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Cisewu, H.O. Somara, yang bertindak sebagai khatib, mengajak seluruh jamaah menjadikan momentum shalat Istisqa sebagai sarana introspeksi diri.

Dalam khutbahnya, ia mengingatkan pentingnya memperbanyak istighfar, bertobat, bersedekah, serta memperbaiki hubungan antarsesama.

Menurutnya, shalat Istisqa bukan hanya menjadi sarana memohon turunnya hujan, tetapi juga momentum bagi umat Islam untuk memperbaiki diri dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Ia berharap doa yang dipanjatkan bersama dapat menjadi jalan turunnya hujan yang membawa keberkahan, menyuburkan lahan pertanian, serta mengisi kembali sumber-sumber air yang mulai mengering.

Kegiatan yang diprakarsai Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cisewu tersebut ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Ketua MUI Kecamatan Cisewu. Ratusan jamaah mengikuti rangkaian kegiatan dengan khusyuk, berharap kemarau panjang segera berakhir dan ketersediaan air kembali mencukupi kebutuhan masyarakat.***

By admin

Leave a Reply