GARUT, PURNAYUDHA.COM – Komitmen menjaga kelestarian lingkungan terus ditunjukkan Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut. Melalui Aksi Kolaborasi Hijau ke-76, organisasi tersebut kembali melakukan kegiatan pemeliharaan dan labelisasi tanaman di kawasan Blok Gunung Congkrang, Kampung Ciarileu, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Sabtu (30/5/2026).

Sebanyak 10 pengurus terlibat langsung dalam kegiatan yang bertujuan memastikan pohon-pohon hasil penanaman sebelumnya dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan.

Blok Gunung Congkrang merupakan kawasan lahan HGU PTPN I Regional 2 Kebun Cisaruni yang sebelumnya sempat mengalami tekanan akibat alih fungsi lahan dan aktivitas okupasi. Melalui kolaborasi berbagai pihak, kawasan tersebut kini perlahan berubah menjadi area penghijauan yang terus dikembangkan dan dirawat secara berkelanjutan.

Kepala Divisi Konservasi Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut, Lukmanul Hakim, mengatakan bahwa kegiatan labelisasi dilakukan untuk memudahkan pendataan dan pemantauan perkembangan tanaman yang telah ditanam pada aksi-aksi sebelumnya.

“Labelisasi penting agar setiap tanaman dapat teridentifikasi dan dipantau pertumbuhannya. Selain itu, pemeliharaan rutin juga diperlukan untuk menjaga tingkat keberhasilan tanaman tetap tinggi,” ujarnya.

Menurut Lukman, keberhasilan program penghijauan tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang ditanam, melainkan dari banyaknya pohon yang mampu bertahan hidup dan tumbuh hingga dewasa.

Sementara itu, Sekretaris Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut, Cepi Gantina, menegaskan bahwa gerakan penghijauan yang dilakukan organisasinya merupakan bentuk kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian alam.

“Kami percaya perubahan tidak cukup hanya melalui kritik dan wacana. Lingkungan membutuhkan tindakan nyata. Karena itu kami terus hadir di lapangan untuk menanam, merawat, dan menjaga pohon agar manfaatnya bisa dirasakan oleh generasi mendatang,” kata Cepi.

Ia menambahkan, kegiatan penghijauan bukan hanya sekadar menanam pohon, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.

Melalui aksi yang telah memasuki kegiatan ke-76 tersebut, Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut berharap kawasan Gunung Congkrang dapat berkembang menjadi ruang hijau yang memiliki fungsi ekologis, edukatif, sekaligus memberikan manfaat sosial bagi masyarakat sekitar.

“Harapan kami, langkah kecil yang dilakukan secara konsisten ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut menjaga lingkungan. Sebab masa depan bumi yang lebih hijau hanya dapat terwujud melalui kepedulian dan tindakan bersama,” pungkasnya.

Aksi pemeliharaan dan labelisasi tanaman ini menjadi bukti bahwa upaya konservasi tidak berhenti pada kegiatan penanaman semata, tetapi juga membutuhkan komitmen berkelanjutan agar pohon yang ditanam hari ini dapat tumbuh menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang.***Ind***

By admin

Leave a Reply