TASIKMALAYA, PURNAYUDHA.COM – Puluhan tahanan di ruang tahanan Mapolres Tasikmalaya mengisi bulan Ramadan dengan berbagai kegiatan keagamaan. Selain mengikuti pengajian rutin, para tahanan juga melaksanakan salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, hingga buka puasa dan sahur bersama.

Tercatat sekitar 30 orang tahanan mengikuti kegiatan tersebut selama bulan Ramadan. Kegiatan keagamaan itu digelar untuk memberikan kesempatan kepada para tahanan menjalankan ibadah selama menjalani masa penahanan.

Kasat Tahti Polres Tasikmalaya Aipda Penda mengatakan, pengajian sebenarnya sudah rutin dilaksanakan pada bulan-bulan biasa. Namun selama Ramadan ada sejumlah kegiatan tambahan.

“Kalau untuk tausiah sebenarnya di bulan-bulan biasa juga rutin kami laksanakan. Namun khusus di bulan Ramadan ada tambahan kegiatan seperti tarawih, buka bersama, sahur bersama hingga tadarus,” kata Penda.

Menurutnya, kegiatan keagamaan tersebut dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Bahkan para tahanan juga kerap melaksanakan tadarus secara mandiri di ruang tahanan masing-masing.

Penda menuturkan, para tahanan yang terjerat berbagai kasus tersebut terlihat khusyuk mengikuti kegiatan keagamaan. Bahkan sebagian dari mereka memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik.

“Masing-masing tahanan ternyata ada yang bisa membaca Al-Qur’an dengan baik, ada yang bisa azan, bahkan ada juga yang mampu menjadi imam salat tarawih maupun menyampaikan ceramah,” ujarnya.

Untuk pelaksanaan salat tarawih, biasanya dipimpin oleh salah seorang tahanan yang dinilai memiliki kemampuan menjadi imam.

Salah seorang tahanan yang enggan disebutkan namanya mengaku terbiasa memimpin salat tarawih saat berada di kampung halamannya.

“Alhamdulillah, karena di kampung juga biasa memimpin salat tarawih, jadi di sini juga bisa,” ujarnya.

Sementara itu, tahanan lainnya mengaku banyak hikmah yang dirasakan selama menjalani ibadah Ramadan di dalam tahanan.

“Alhamdulillah Pak, justru di sini rasanya lebih khusyuk berpuasa, bisa tadarus juga. Kalau di luar, jangankan tadarus, puasa saja jarang selesai,” katanya.

Meski begitu, ia mengaku menyesali perbuatannya hingga harus mendekam di dalam tahanan. Ia berharap bisa berubah ketika bebas nanti.

“Saya kapok melakukan kejahatan. Akibat perbuatan saya, anak dan istri jadi menanggung malu. Kalau keluar nanti saya ingin usaha yang halal, meskipun hasilnya sedikit,” katanya sambil menahan haru.***tim lipsus***

By admin

Leave a Reply