PURNAYUDHA.COM, GARUT-Ada yang baru di Desa Sukamurni Kecamatan Cilawu Kabupaten Garut, dalam menyambut tahun baru islam 1 Muharam 1445 H selain menggelar Lomba MTQ, Lomba Adzan, Lomba Kaligrafi, Lomba Tahfidz, Lomba Murotal dan lomba lainnya, Panitia Hari Besar Islam Desa SUkamurni bekerjasama dengan Kasi Humas Polsek Cilawu mengadakan Lomba Film pendek.
Kasi Humas Polsek Cilawu Bripka Joy A. Akbar mengatakan bahwa dalam menyampaikan syiar Islam lewat media film adalah cara yang tidak biasa, namun bisa menyentuh dan mengena kepada penontonnya.
Hal ini disampaikan Bripka Joy saat pelaksanaan penilaian Lomba Film Pendek di Gedung Serba Guna Desa Sukamurni. Senin (17/7/2023)
“Lewat film pendek, dakwah dan syiar agama lebih mengena dan menyentuh pada generasi milienial. Selain itu juga sebagai wadah menunjukkan bakat-bakat generasi muda dalam pembuatan film pendek. Sehingga Film Pendek bisa dijadikan sebagai media berdakwah dan syiar agama”. Kata Bripka Joy
“Sekali lagi ini potensi yang luar biasa dan bisa menjadi media dakwah. Jadi film ini akan lebih menarik bagi generasi milienial yang populasinya sangat besar. Saya rasa mereka perlu disentuh dengan sentuhan yang berbeda agar nilai-nilai keagamaan Islam itu bisa mengena dan diperoleh generasi milienial sesuai dengan dunianya”. sambung Bripka Joy
Sementara itu, Kepala Desa Sukamurni H. Ajat Sudrajat mengapresiasi perlombaan Film Pendek yang digelar oleh Kasi Humas Polsek Cilawu bersama Panitia PHBI Desa Sukamurni. Menurutnya media film pendek ini bisa menjadi syiar dan memotivasi anak muda untuk selalu berbuat kebaikan.
“Ini sesuatu yang luar biasa dan sangat menyenangkan. Bukan sekedar film namun menyambung silaturahmi dan menjadikan Film Pendek menjadi media berdakwah, saya pun bangga karena banyak generasi muda yang mampu berkarya dalam pembuatan film pendek, apalagi film pendek ini berhubungan dengan syiar agama”. ujarnya.
“Sebagai Kepala Desa Sukamurni, saya menaruh harapan agar film-film pendek yang ikut dalam perlombaan ini dapat disosialisasikan dan dikembangkan lagi mengingat ini bukan sekedar film, melainkan penyambung silaturahmi serta menyampaikan syiar agama. Film-film ini juga banyak nilai positifnya,” tutup H. Ajat.***tim***