GARUT, PURNAYUDHA.COM- Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menghadiri acara Penutupan Kegiatan Program Kuliah Kerja Nyata Gotong Royong Akademisi Bersinergi dan Berinovasi (KKN Gradasi) Tahun 2025, yang dilaksanakan di Halaman Gedung Pendopo Garut, Jalan Kabupaten, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Kamis (8/1/2026).
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin menekankan bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat merupakan bagian penting dari visi membangun Kabupaten Garut yang maju, hebat, dan berkesinambungan. Ia menyoroti pentingnya akselerasi pembangunan mengingat Garut masih memiliki tantangan ketertinggalan yang cukup besar.
“Ya kita harus lebih daripada orang lain, kenapa? Karena kita pada kondisi yang masih tertinggal. Jadi kalau mobil maju mah kita tertinggal jauh, tidak ada pilihan lain kita harus meningkatkan kecepatan,” ungkapnya.
Bupati juga menggarisbawahi bahwa inti dari pembangunan sejatinya ada di desa. Dengan angka lulusan sarjana di Garut yang baru mencapai 3%, keterlibatan akademisi melalui KKN lintas disiplin ilmu menjadi solusi strategis.
“Dan menurut saya, bahwa semua pembagunan itu sejatinya ada di desa. Berarti gimana? Desa harus kita dorong, harus kita majukan. Dan siapa yang hebat? Di otak saya yang hebat itu adalah orang-orang yang memiliki pendidikan lebih dari orang lain,” ujarnya.
Koordinator KKN Gradasi, Gugun Geusan Akbar, melaporkan bahwa program tahun ini diikuti oleh mahasiswa yang tersebar di 25 desa selama empat hingga enam bulan. Durasi yang lebih panjang dibandingkan KKN reguler (1-2 bulan) terbukti memberikan ruang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk memberikan dampak nyata.
“Mereka sangat merasakan manfaatnya, dan manfaat juga dirasakan oleh masyarakat desa dan aparatur desa. Sehingga kemudian mudah-mudahan ini sesuai dengan tagline-nya, KKN Gradasi ini berdampak kepada desa,” ungkapnya.
Meski demikian, Gugun memberikan catatan terkait perlunya peningkatan koordinasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah agar inisiasi program kedepannya lebih setara dan terintegrasi.
“Nah mudah-mudahan inisiasi yang setara juga dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Garut jadi bukan hanya sekedar membiayai tapi juga ikut berkontribusi terhadap berbagai hal,” jelas Gugun.
Salah satu keberhasilan nyata ditunjukkan oleh Kelompok 10 KKN Gradasi di Desa Pangauban, Kecamatan Cisurupan. Furqon, Ketua Kelompok 10 yang berasal dari Institut Teknologi Garut (ITG), menceritakan kolaborasi timnya yang terdiri dari berbagai perguruan tinggi di Kabupaten Garut.
Selama empat bulan mengabdi, mereka menjalankan berbagai program mulai dari kepemimpinan, etika pelayanan publik, administrasi, hingga pelatihan digital marketing dan edukasi kesehatan.
“Dan yang paling gong adalah kami membantu Desa Pangauban menjadi Juara di Sri Baduga Tingkat Provinsi Jawa Barat. Dan hadiahnya itu 9 Miliar, dan kami juga membantu acara Desa Pangauban yaitu se-Kabupaten Garut dan alhamdulilah itu juara 1,” katanya.
Di akhir acara, peserta memberikan masukan konstruktif bagi penyelenggaraan mendatang, terutama terkait efisiensi koordinasi kepanitiaan dan ketepatan waktu distribusi dukungan operasional bagi mahasiswa di lapangan.
“Kesannya disana Alhamdulillah warganya sangat antusias ketika kami melaksanakan kegiatan-kegiatan ataupun itu proker, kami selalu didukung oleh aparatur desa, karang taruna, dan warga di Desa Pangauban,” tandasnya.***
