GARUT, PURNAYUDHA.COM – Pergerakan tanah di Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut, terus meluas dan memicu longsor yang mengancam permukiman warga. Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir menyebabkan tebing sepanjang ratusan meter runtuh, sehingga berdampak serius terhadap rumah warga, akses jalan, serta area persawahan.
Longsor terjadi di Desa Girimukti, Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut. Tebing dengan panjang ratusan meter itu runtuh setelah diguyur hujan lebat, mengakibatkan pergerakan tanah yang semakin meluas di kawasan tersebut.
Dampak longsor mengancam sedikitnya 11 rumah warga. Sebanyak sembilan rumah berada di Kampung Cikatahaji yang posisinya tepat di atas area longsoran. Sementara tiga rumah lainnya berada di Kampung Ganasoli yang terletak di bawah tebing dan rawan terdampak longsoran susulan.
Tidak hanya mengancam permukiman, longsor juga memutus akses jalan penghubung Kampung Ganasoli menuju Kampung Cijungkang. Jalan amblas dan tertutup material tanah serta lumpur, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Selain itu, sekitar dua hektare lahan persawahan milik warga yang baru saja ditanami padi turut terdampak dan tertimbun material longsor. Kerusakan ini berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi bagi para petani setempat.
Warga menyebut peristiwa longsor sudah terjadi sebanyak tiga kali dalam satu bulan terakhir. Longsor susulan yang terjadi disebut sebagai yang terparah dibandingkan kejadian sebelumnya.
Atikah, salah seorang warga terdampak, mengatakan kondisi saat ini membuat warga hidup dalam kecemasan.
“Ini sudah tiga kali longsor, yang paling parah kemarin-kemarin pas longsor susulan. Dampaknya rumah terancam, jalan putus total, dan sawah juga rusak,” ujarnya. Rabu (10/12/2025).
Sementara itu, Ketua RW setempat, Hidayat, menyebut dampak longsor sangat luas dan dan berdampak serius bagi infrastuktur jalan dan pemukiman
“Dampaknya ada sebelas rumah terancam, akses jalan putus, dan sekitar dua hektare sawah juga terdampak. Sampai sekarang kami masih menunggu realisasi bantuan dari pemerintah,” katanya.
Warga yang tinggal di bawah area longsoran mengaku masih merasa was-was, namun sebagian terpaksa bertahan di rumah karena keterbatasan tempat pengungsian. Sementara rumah-rumah yang berada tepat di atas area longsoran telah dikosongkan, dan sebagian warga melakukan evakuasi secara mandiri.
Hingga saat ini, warga terdampak longsor masih mengharapkan bantuan penanganan lanjutan dari pemerintah untuk mencegah risiko longsor susulan serta menjamin keselamatan warga.***tim liputan***
