SMPN 1 WANARAJA Terapkan Sistem Belajar Daring dan Luring Sebagai Antisipasi Pnyebaran Covid - 19 -

SMPN 1 WANARAJA Terapkan Sistem Belajar Daring dan Luring Sebagai Antisipasi Pnyebaran Covid – 19

PURNAYUDHA.COM – Dalam upaya menindak lanjuti kebijakan pemerintah dimasa Pandemi Covid 19 ini kaitan didunia pendidikan tentang Proses Belajar Mengajar, pemerintah mengambil langkah dua opsi Daring dan Luring.

Untuk itu SMPN 1 Wanaraja melalui Kepala Sekolah nya Didi Rusnadi, S.Pd.,M.Pd menyampaikan analisa sambil meminta masukan jejak pendapat perwakilan dari Rekan kerja, Alumni, Orang tua siswa ,siswanya sendiri dan masyarakat.

“Kami SMPN 1 Wanaraja  mengambil kebijakan dengan tidak menyalahi aturan pemerintah serta  meringankan beban orang tua siswa yang tidak punya HP dan pulsa/kuota yaitu dengan PBM Kombinasi antara Daring dan Luring, tetapi yang paling dititik beratkan Luring dengan Radio kebetulan SMPN 1 Wanaraja sudah punya sejak tahun 2007 sekarang dimanfaatkan untuk kegiatan PBM dengan mengeluarkan uang modal beli radio Rp. 50 rb – Rp.100rb untuk seumur hidup. Papar Didi Rusnadi, Sabtu, (25/7/2020) ditemui di ruangan Kepsek SMPN 1 Wanaraja.

Radio SMPN 1 Wanaraja

Didi berharap masa pandemi ini tidak berlarut – larut karena kami juga menyadari sekolah sudah keluar dari kaidah/fungsi pendidikan, karena fungsi sekolah beda dengan lembaga kursus, pelatihan dll .Tiga pilar pokok tentang sekolah yaitu : 1. Mendidik, 2. Melatih, 3. Mengajar. Jelasnya.

Ia menambahkan, Mendidik adalah paling utama yaitu wajib harus tatap muka artinya ada Tauladan Guru ada sikap yang akan ditiru oleh anak didiknya, Melatih adalah mengajarkan anak yang tadinya tidak bisa nulis jadi bisa nulis, Mengajar adalah mentransfer pengetahuan guru kepada siswa.

“Saya menghimbau kepada masyarakat untuk bersabar dan bedo’a supaya Bangsa Kita yang kita cintai ini cepat keluar dari masalah tersebut, ini mungkin juga merupakan Ujian dari Allah SWT supaya kita lebih dewasa. Kami sebagai ujung tombak dalam Pendidikan sangat faham sekali bagaimana perasaan ibu/bapak orang tua siswa atas keluh kesahnya yang tidak menentu tetapi kami juga tidak diam setiap hari terus mengevaluasi dan menyadap masukan-masukan dari masyarakat untuk mencari solusi terbaik buat kita semua”, Himbaunya.

Lanjutnya, bantu Pemerintah khususnya kami mengkritik wajib artinya masyarakat kritis peduli tetapi Kritiknya membangun, artinya kalau mengkritik sambil diberi masukan minimal satu point untuk solusi karena kami juga membutuhkan untuk pembendaharaan solusi.Pungkasnya.***Gun Gunawan/Rdy***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *