PURNAYUDHA.COM, KALABAHI – Komandan Kodim (Dandim) 1622/Alor Letkol Amir Syarifudin, S.H mengikuti Pelatihan Teknis Percepatan Penurunan Stunting (PTPPS) bagi Tim Fasilitator Kodim Tahun 2022 secara Virtual, di aula Makodim yang dipimpin oleh Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman, Rabu (12/07/2022).
Ikut dalam kegiatan tersebut Danramil 1622-01/Kalabahi Mayor Czi I Gusti Made Budayasa, Pasiter Kodim 1622/Alor Kapten Inf Fahrudin, Kepala Dinas Kesehatan Kab. Alor dr. Farida Ariyani diwakili oleh Stafnya Ibu Gusman Lalang Puling, M.Ph, Kepala BKKBN diwakili oleh Kepala Bidang Pengendalian Dominggus M. Sama, S.Sos, serta Danramil jajaran.
Sementara itu, Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman dalam sambutanya mengatakan bahwa Pelatihan Teknis Percepatan Penurunan Stunting bagi Tim Fasilitator ini merupakan kolaborasi antara TNI AD dan BKKBN serta masyarakat di dua belas provinsi dalam wilayah sebelas Kodam.
“Dari awal sesuai perintah Presiden RI kepada saya bahwa bantu pemerintah daerah, maka saya sampaikan dalam Tujuh Perintah Harian Kasad, TNI AD harus hadir di tengah-tengah kesulitan masyarakat untuk membantu mengatasinya. Kemudian dengan dikukuhkanya saya sebagai Bapak Asuh Anak Stunting, maka seluruh jajaranpun bergerak cepat,” ujar Kasad.
Kasad juga menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada seluruh prajurit jajaran di wilayah khususnya para Babinsa yang bergerak begitu cepat untuk membantu BKKBN.
Dalam pelaksanaannya, TNI AD hanya melakukan pendampingan, BKKBN yang mengetahui secara persis bagaimana permasalahan-permasalahan yang dihadapi.
“Saya melihat dilapangan, telah terjadi kolaborasi yang sangat baik antara BKKBN dan TNI AD khususnya di Kodam, Korem, Kodim, dan Babinsa, karena ini sangat penting dan penurunan stunting sudah menjadi perintah bapak Presiden. Untuk itu kita akan mendukung penuh program ini”, demikian ungkap Kasad.
Usai vicon, Dandim 1622/Alor Letkol Inf Amir Syarifudin, S.H kepada media menyampaikan bahwa pihaknya akan selalu bekerja sama dan berkolaborasi dengan aparat pemerintah di daerah ini, guna percepatan penanganan stunting.
“Sesuai data Dinas Kesehatan Kab. Alor dan BKKBN Kab. Alor, jumlah stunting hasil bulan timbang Agustus tahun 2022 capai 11,7% atau sebanyak 2.119 anak stunting yang tersebar di 18 kecamatan. Data ini berubah setiap tahunnya pada bulan Februari dan Agustus”, jelas Dandim.
Disinggung juga oleh Dandim Letkol Amir bahwa untuk penanganan stunting sudah dianggarkan melalui ADD setiap desa sebesar 10%. Sedangkan, dalam pemberian makanan bagi penderita stunting, desa-desa bekerja sama dengan staf yang membidangi gizi di Puskesmas terdekat. (*)
Sumber: Pendim 1622/Alor.