GARUT, PURNAYUDHA.COM – Operasi razia gabungan yang digelar Detasemen Polisi Militer (Denpom) III/2 Garut bersama sejumlah instansi di Kabupaten Garut, Jawa Barat, menjaring 17 warga sipil tanpa identitas saat penertiban tempat hiburan malam, Sabtu (14/2/2026) malam.

Detasemen Polisi Militer (Denpom) III/2 Garut menggelar Operasi Yustisi Wira Kujang II Triwulan I Tahun Anggaran 2026 dengan menyasar sejumlah tempat hiburan malam di wilayah Kabupaten Garut. Kegiatan yang dimulai pukul 21.30 WIB tersebut berlangsung hingga dini hari dan berjalan aman serta kondusif.

Operasi dipimpin langsung oleh Dan Satlak Gakumwal Denpom III/2 Garut, Kapten CPM Azis Muslim, dengan melibatkan total 64 personel gabungan. Unsur yang terlibat antara lain Denpom III/2 Garut, Satpol PP Kabupaten Garut, BNN Kabupaten Garut, Kesbangpol, Propam dan Sabhara Polres Garut, serta Tagana.

Dalam arahannya saat apel, pimpinan operasi menegaskan bahwa razia serentak ini merupakan bagian dari Operasi Penegakan Ketertiban (Ops Gaktib) yang dilaksanakan secara nasional setelah upacara pembukaan sehari sebelumnya. Selain penindakan pelanggaran, kegiatan juga bertujuan meningkatkan disiplin serta kepatuhan prajurit dan masyarakat.

Petugas menyisir sejumlah lokasi di sepanjang Jalan Ibrahim Adjie, di antaranya Karaoke Milan, Karaoke Genesis, Karaoke Fame Green, Café Jardin, Karaoke Hans, dan Café Cargo. Pemeriksaan difokuskan pada potensi pelanggaran ketertiban serta penyalahgunaan narkotika.

Hasil operasi menunjukkan tidak adanya pelanggaran yang dilakukan personel TNI AD. Namun, petugas mendapati 17 warga sipil tidak membawa identitas, terdiri dari 8 perempuan dan 9 laki-laki.

Selain itu, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Garut turut melakukan tes urine terhadap 13 warga sipil, dengan rincian 5 perempuan dan 8 laki-laki. Seluruh hasil pemeriksaan dinyatakan negatif dari narkoba.

Para pelanggar sipil selanjutnya diserahkan kepada Satpol PP dan BNN Kabupaten Garut untuk pendataan serta proses pembinaan lebih lanjut.

Kegiatan berakhir sekitar pukul 01.30 WIB dalam situasi tertib tanpa adanya perlawanan dari pengelola maupun pengunjung tempat hiburan. Operasi ini juga mencerminkan sinergi antarinstansi dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah, khususnya dalam menekan penyakit masyarakat yang berpotensi muncul di tempat hiburan malam.

Melalui operasi gabungan tersebut, aparat berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya membawa identitas serta mematuhi aturan dapat semakin meningkat, sekaligus menjaga kondusivitas Kabupaten Garut.***

By admin

Leave a Reply