• PURNAYUDHA.COM – Puluhan wartawan perwakilan dari media cetak, Elektronik dan online di Banten mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW), di Hotel Aston Boutique Cilegon, Provinsi Banten.

UKW yang difasilitasi langsung oleh Dewan Pers ini, diadakan oleh PWI dan Universitas Prof Dr Moestopo. Kegiatan dilaksanakan selama 2 hari, yakni sejak Sabtu 26 Maret hingga Minggu 27 Maret 2022.

Diketahui, ada 54 peserta pada UKW tersebut. Diantaranya 30 peserta dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dan 24 peserta dari Fikom Universitas Prof Dr Moestopo.

Pada UKW PWI ke 597, 30 peserta dibagi menjadi 3 kelompok kategori Muda dan 2 Madya. Dari total peserta jalur PWI 6 diantaranya gugur.

Hal ini dikarenakan 4 peserta absen, dan 2 orang dinyatakan belum kompeten. Kedua peserta itu yakni 1 kategori Muda, dan 1 lagi kategori Madya.

Sehingga keputusan hasil UKW, hanya ada 24 peserta dari jalur PWI yang berhasil lolos dan dinyatakan kompeten.

Para penguji dari PWI, yakni Radjab Ritonga, Taufan Pamungkas, Cedin Rosyad Nurdin, Moh. Hopip, dan Tb. Adhi Selamet Priyanto.

Sementara UKW Angkatan ke-24 Universitas Prof Dr Moestopo, dari total 24 peserta, hanya 20 yang berpartisipasi, dan seluruhnya dari klaster Muda.

Hasilnya, 17 peserta dinyatakan kompeten oleh penguji, yakni Retno Intani, Firdaus, Lestyanta R.Baskoro dan Wahyudi M.Pratopo.

Direktur UKW PWI Pusat Prof Rajab Ritonga, mengucapkan terimaksih atas terlaksananya Uji Kompentensi ini, yang mana nantinya akan membedakan mana waratawan yang profesional dan yang tidak profesional

“Bisa dibayangkan jika tidak ada UKW, dari mana menilai wartawan itu profesional, dan berharap hasil UKW menetaskan wartawan lebih Propesional,” kata Prof. Rajab Ritonga saat penutupan kegiatan UKW.

Lanjutnya, dengan tambahan 24 peserta kompeten dari UKW DP di Cilegon ini, maka jumlah keseluruhan wartawan kompeten dari UKW PWI sudah mencapai 14.976 orang. Kendati demikian, UKW PWI terbilang masih angker, sebab selalu ada yang gugur karena tidak kompeten.

“UKW PWI ini terbilang masih angker, selalu ada yang gugur atau dinyatakan tidak kompeten,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Sekertaris PWI Banten Nasrudin mengatakan, UKW merupakan komitmen bersama dalam meningkatkan kompetensi insan pers Indonesia, khususnya di Provinsi Banten.

“PWI selalu konsen menyelenggarakan UKW, hal ini sebagai komitmen dalam peningkatan SDM. Sehingga kualitas tidak melenceng dan masyarakat mendapatkan informasi yang utuh dan baik,” ujarnya

Sementara Retno Intan dari Universitas Prof Dr Moestopo menuturkan, Selama ini lembaga UKW Fikom Universitas Prof Dr Moestopo sudah melaksanakan dengan optimal.

“Dalam artian tidak hanya memenuhi standar profesional, tetapi juga mengetahui bagaimana menjadi jurnalis yang baik,” katanya.

Kata Retno, selama ini Universitas Prof Dr Moestopo sudah bekerjasama dengan beberpa organisasi pers.

“Wartawan yang sudah kompeten akan beda dengan wartawan yang belum. Standar kompetensi ini sangat dibutuhkan ditengah perkembangan dunia pers,” terangnya. ***Hasanudin***

By admin