GARUT, PURNAYUDHA.COM – Keberadaan pasar desa menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Desa (PADes) yang potensial. Melalui pengelolaan yang profesional oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pendapatan dari sektor ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Pasar desa yang dikelola oleh BUMDes kini menjadi motor penggerak ekonomi di tingkat desa. Selain menyediakan ruang bagi pedagang kecil dan pelaku UMKM, pasar desa juga berkontribusi langsung terhadap peningkatan PADes.
Dalam pengelolaannya, BUMDes bertanggung jawab terhadap penataan area pasar, mulai dari pembagian lapak, kebersihan, keamanan, hingga kenyamanan pengunjung. Penataan pasar umumnya dilakukan dengan sistem zonasi, seperti pemisahan antara pedagang sayur, daging, sembako, hingga pedagang pakaian, guna menciptakan suasana pasar yang tertib dan rapi.
Sumber pendapatan utama pasar desa berasal dari sewa lapak atau kios yang dibayarkan oleh para pedagang. Besaran sewa biasanya ditentukan melalui musyawarah desa dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat setempat.
Selain sewa lapak, pendapatan juga dapat berasal dari retribusi kebersihan, parkir, serta jasa lainnya yang disediakan di area pasar.
Seluruh pendapatan dari pengelolaan pasar tersebut dikelola oleh BUMDes dan selanjutnya disetorkan ke kas desa sebagai bagian dari PADes. Dana tersebut kemudian digunakan untuk berbagai program pembangunan desa, seperti perbaikan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, hingga kegiatan sosial.
Pemerintah desa bersama BUMDes juga dituntut untuk menerapkan sistem pengelolaan yang transparan dan akuntabel. Laporan keuangan dari hasil pengelolaan pasar biasanya disampaikan secara berkala kepada pemerintah desa dan masyarakat melalui forum musyawarah desa.
Dengan pengelolaan yang baik, pasar desa tidak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi, tetapi juga menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan bagi desa. Oleh karena itu, optimalisasi peran BUMDes dalam mengelola pasar desa menjadi langkah strategis dalam memperkuat kemandirian ekonomi desa.***