PURNAYUDHA.COM – Bertempat di Desa wanaraja, Kecamatan Wanaraja, Mahasiswa dari kelompok 10 Melaksanakan kewajiban nya yaitu KKN di dan berlokasi di SMA Yayasan Darussalam, yang bertemakan “tema literasi digital” dengan sasaran untuk membangun paradigma dan mindset kaum milenial lebih produktif dan positif dalam penggunaan Digital, khususnya untuk masyarakat sekitar Darussalam,
Institut teknologi garut bekerja sama dengan kementrian Komunikasi dan Informatika dalam menjalankan program literasi digital guna
meningkatkan kemampuan dan pengetahuan literasi digital untuk warga masyarakat
agar bijak dan bertanggungjawab menggunakan internet di masa kini, kelompok 10 kkn
Institut Teknologi Garut (ITG) membawakan tema “BIJAK BERBUDAYA DIGITAL
MENUJU DESA SIAP DIGITAL” .
Seminar dihadiri oleh perwakilan
dari SMA Darussalam, Kepala desa Wanaraja serta masyarakat desa wanaraja, serta tokoh pemuda dan kaum milenial Desa Darusallam
Ketua Tim Panitia Hendriyana, menyebutkan bahwa ”ini merupakan bentuk kontribusi nyata KKN Institut Teknologi Garut dalam menerapkan IPTEK kepada masyarakat luas khususnya masyarakat yang menggunakan media sosial, dengan teknologi yang semakin hari semakin berkembang pesat pengetahuan akan pentingnya beretika serta berbudaya digital sangat penting diterapkan di era saat ini, tentunya masyarakat harus mengerti dan paham bahwa beretika di media sosial sangat penting
apalagi ditambah aturan aturan dari pemerintah yang memaksa kita untuk bijak dalam
bermedia sosial .
Sementara ibu Ida Parida,S.T.,M.T, yang hadir sebagai pemateri dalam seminar tersebut, memaparkan perlunya menekankan bahwa Menyaring apa yang didalam media sosial sangatlah penting dengan begitu, kita harus melihat dari dua sisi pandang untuk melihat kebenaran apa yang terjadi di media saat ini, dengan adanya berita hoax yang sangat gampang kita temui di media saat ini.
“Pentingnya menyaring apa yang sedang hangat di perbicarakan di media sosial sangatlah penting dengan itu pentingnya ber etika dengan indikator budaya dan indikator pancasila dalam bermedia sosial sangatlah penting. Dengan
adanya penyaringan dalam sebuah berita menjadikan diri pintar dan melek akan
kebenaran dalam bermedia digital.” ujarnya.
Di lain sisi ibu Risa Aisyah, menyampaikan,
dengan cara berinteraksi satu dengan yang lainya ini juga bisa dijadikan penilaian di media sosial bagaimana menggunakan media sosial dengan bijak dan beretika, hal ini perlu adanya edukasi terhadap kaum milenial dan masyarakat melalui berbagai interaksi, khususnya di momentum seminar ini.
“Teknologi digital mencakup semua aspek dari sektor informasi sampai perdagangan.
Transfortasi digital yang telah kita alami sekarang seperti pendidikan dimana
pengalihan dari luring ke daring, kemudian dari sosial seperti berkomunikasi lewat media
online seperti zoom, micrsosft team dan lain sebagainya, budaya yang telah melihat
kultur dari luar menjadikan pencampuran budaya dari berbagai kultur bangsa yang
gampang di serap oleh masyarakat digittal, pentingnya menyaring yang terjadi di
media sosial sangat penting, agar tidak terjerumus dengan dampak negatif pada medosos itu sendiri”. Pungkas, Aisyah.
Aisyah juga menuturkan, Dunia digital semakin pesat dalam perkembanganya sehingga merubah peradaban paradigma dengan Adanya beberapa kegiatan ekonomi yang beralih dari luring ke daring seperti pasar online atau e commerce, dompet digital seperti shope pay, DANA, ovo dan lain sebagainya.
“Untuk itu dibutuhkan pengawasan dari orang tua terhadap penggunaan medsos bagi anak-anak dalam penggunaan platform yang mempunyai aplikasi dan software seperti falmily link, kids place parental control, dan media pendidikan seperti google clasroom, zenius, ruang guru, dan lainnya”Ukapnya.
Pada akhir acara, Aisyah, mengapresiasi kepada peserta KKN kelompok 10, terhadap bagaiamana kita bersosialisasi secara langsung ditengah masyarakat, kegiatan kegiatan yang positif ini tentu akan berdampak positif bagi kaum milenial, sudah menjadi kewajiban kita untuk senantiasa terus mengedukasi kepada masyarakat secara luas dengan menggunakan berbagai platform yang positif untuk selalu mengingatkan bagaimana dampak positif dan negatif nya penggunaan medsos, karna penggunaan medsos yang menggiring opini tanpa bukti atau berita Hoaks akan terkena sangsi Undang Undang ITE, ini perlu di sosialisasikan kemasyarakat luas, jadi tidak hanya pada saat melaksakan KKN saja. Setelah usai KKN pun, Mahasiswa punya kewajiban untuk saling mengingatkan kepada, teman, soudara, dan masyarakat.