27/02/2021

PERS YAYASAN GOTONG ROYONG PENCA TNI-POLRI PURNAYUDHA

Fakta Sebenarnya Jenazah Warga Kp. Cidahon Desa Jatimulya Kecamatan Pamengpeuk Garut, Ini Klarifikasinya

PURNAYUDHA.COM – Setelah salat magrib pihak Kecamatan Pameungpeuk camat beserta muspika dikagetkan dengan kedatangan ratusan warga dari kampung cidahon desa Jatimulya Kecamatan Pameungpeuk yang mengeluhkan atas tindakan yang dilakukan pihak tim CoViD-19 satgas Puskesmas Pameungpeuk terhadap salah satu jenazah warga kp. cidahon desa Jatimulya kec. Pameungpeuk yang meninggal dunia di salah satu RSU daerah Tangerang.

Sebelumnya nya jenazah tersebut berdasarkan surat jalan yang ada pada keluarga mengenai jenazah tersebut menunjukkan ke arah tanda gejala CoViD-19. sehingga dengan hal tersebut Satgas tim CoVID daerah Garut Selatan khususnya yang di bawah naungan puskesmas Pameungpeuk dan dibawah tanggungjawab dr. Emma Risdiyana mengambil keputusan untuk memulasara jenazah tersebut berdasarkan PROTAP/SOP CoViD-19. dan tindakan satgas tim CoViD-19 tersebut sangat tidak diterima oleh pihak keluarga jenazah dengan alasan bahwa jenazah tersebut meninggal bukan karena CoViD-19 tetapi karena penyakit lain yaitu Batu empedu/gagal Ginjal.

“walaupun demikian dengan berat hati pihak keluarga jenazah tetap harus menerima tindakan dari satgas tim CoViD-19 tersebut, demi keamanan/kesehatan seluruh warga masyarakat Garut Selatan khususnya Pameungpeuk dan cidahon/Jatimulya”, ucap dr. Emma Risdiyana.

Pada hari Kamis 30 April 2020 setelah sholat Maghrib akhirnya keluarga jenazah yang masih merasa tidak terima atas tidakan satgas tim CoViD-19 tersebut menyampaikan aspirasinya bersama kepala desa Jatimulya , Zainal Muttaqin,S.Pd.I juga tokoh masyarakat kp. cidahon dan di ikuti oleh ratusan warga ke kantor kecamatan Pameungpeuk, agar isu yang sedang viral khususnya di medsos sekarang ini tentang jenazah (Bpk. Jajang Nandang) yang terinfeksi CoViD-19 itu di klarifikasi.

“kami ingin nama baik jenazah juga keluarga maupun lingkungan kami kp cidahon khususnya kembali. karena kami yakin dan bisa dibuktikan bahwa jenazah (Bpk Jajang Nandang) meninggal bukan karena CoViD-19 tapi karena penyakit batu empedu /batu ginjal ” ucap pihak keluarga maupun ratusan masa yang ikut unjuk rasa di kantor kecamatan Pameungpeuk.

Walaupun hanya lewat telpon, akhirnya klarifikasi meninggalnya Bpk Jajang Nandang waktu yang lalu dibuktikan dengan ucapan dari salah satu dokter yang menanganinya langsung sewaktu di RSU Sari asih Tangerang bahwa almarhum meninggal bukan karena CoViD-19 melainkan karena batu empedu/gagal ginjal.

Pernyataan (lewat telpon ) dari salah satu dr. RSU Sari asih tersebut langsung di sampaikan kembali oleh penanggung jawab satgas tim CoViD-19 dr.Emma Risdiyana kepada pihak keluarga maupun ratusan masa yang sudah menunggu di luar kantor kecamatan Pameungpeuk. walaupun demikian dr.Emma sebagai penanggung jawab satgas tim CoViD-19 tindakannya itu atas dasar SOP yang ditentukan tapi beliau tetap telah meminta maaf atas tindakannya itu. Setelah bermusyawarah ratusan masa akhirnya membubarkan diri dengan harapan kejadian ini bisa menjadi contoh bagi semua elemen masyarakat tidak paranoid dengan CoViD-19… ***Rangga B***