DKM Mesjid Al-Mujahiddin Pagelaran Potong Hewan Kurban 19 Ekor -

DKM Mesjid Al-Mujahiddin Pagelaran Potong Hewan Kurban 19 Ekor

PURNAYUDHA.COM – Dewan Kesejahteraan Mesjid (DKM) Al-Mujahidin Pagelaran, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak potong 19 ekor hewan kurban di halaman mesjid, terdiri dari 9 ekor kerbau, 1 ekor sapi, dan 9 ekor kambing pada hari Sabtu (01/07/2020 / 11 Dzulhijjah 1441 H).

Hewan kurban ini berasal dari sodaqoh warga masyarakat di sekitar lingkungan Pagelaran.

H. Jejen Zaenudin, Ketua DKM Mesjid Al Mujahidin Pagelaran mengatakan bahwa hewan kurban tersebut sebagai bukti meningkatnya keimanan masyarakat dalam mentaati ajaran Islam.

“Mengikuti jejak Nabi Ibrohim As ketika diperintah Allah SWT untuk melakukan kurban dengan menyembelih anaknya, Nabi Ismail As. Namun karena keikhlasan dan ketaatannya pada Allah SWT maka seketika itu pula Nabi Ismail As yang akan disembelih digantikannya dengan seekor kambing gibas,” ujar H.Jejen.

Disamping itu, kata H.Jejen, pemotongan hewan kurban ini juga sekaligus merupakan syi’ar Islam supaya masyarakat yang mampu bisa mengikuti dan dalam melakukan kebaikan harus didasari rasa ikhlas,” ujar H.Jejen.

Ditemui di lokasi pemotongan kurban, H.Eli Bastari, panitia pelaksana kurban menyampaikan bahwa dari 19 hewan kurban tersebut sebanyak 4 ekor kerbau merupakan hasil koordinasi sesama warga yang akan berkurban dengan cara rereongan (patungan). Daging kurban tersebut dibagikan ke 955 KK masyarakat di lingkungan mesjid Pagelaran Al-Mujahidin dengan dibantu oleh 62 orang panitia, mudah-mudahan tahun depan meningkat, ujarnya.

Di tempat yang sama, Camat Kecamatan Malingping Cece Saputra, yang hadir pada kesempatan itu mengapresiasi kekompakan masyarakat dalam melaksanakan kegiatan keagamaan.

“Saya selaku kepala pemerintahan di Kecamatan Malingping sangat mengapresiasi terhadap kekompakan semua elemen masyarakat

Sementara itu, salah satu penceramah K.Jamaludin menerangkan jika yang akan dijadikan kurban itu sebaiknya yang gemuk, sehat, bagus dan tidak cacat. Dengan kurban berarti mendekatkan diri pada Allah, karena hal ini perintah dari Allah mengikuti sejarah yang telah dicontohkan oleh Nabi Ibrohim yang dengan ikhlas mengorbankan anaknya, Nabi Ismail semata-mata karena Allah.

“Sebaik baik-baik manusia adalah yang selalu mengikuti sejarah, karena Qur’an juga merupakan bagian dari sejarah (tarih) yang wajib diimani setiap muslim,” kata K.Jamaludin.

Lanjut K.Jamaludin, daging kurban itu lebih utama diberikan pada fakir miskin, karena jika diberikan pada orang mampu hal itu hanya akan merupakan sebagai hadiah pemberian.

Mari kita meningkatkan amal kebaikan melalui kurban. Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi yang lainnya, tutup K.Jamaludin.

Hasil pantauan wartawan Purna Yudha terlihat ratusan masyarakat antri membawa kupon untuk ditukarkan dengan daging kurban yang telah disiapkan panitia.*** Hasanudin***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *