GARUT, PURNAYUDHA.COM – Kerusakan Jalan Raya Singajaya, Kabupaten Garut, Jawa Barat, masih menjadi keluhan masyarakat. Warga yang sebelumnya berharap perbaikan segera dilakukan kini kembali mempertanyakan realisasi janji Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, terlebih setelah muncul kabar anggaran Rp2,5 miliar telah disiapkan untuk penanganan jalan tersebut.
Kekecewaan warga semakin mencuat lantaran perbaikan yang dilakukan dinilai belum merata. Penanganan berupa pemadatan material baru terlihat di jalur Banjarwangi, sedangkan sejumlah ruas menuju Singajaya hingga Pendeuy disebut belum tersentuh perbaikan menyeluruh.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai kepastian waktu pengerjaan dan realisasi anggaran yang sebelumnya dikabarkan dialokasikan untuk memperbaiki jalan rusak tersebut.
Keluhan warga bahkan ramai disuarakan melalui media sosial. Salah satunya disampaikan Agum Gumilar melalui unggahan di kanal media sosialnya. Ia mempertanyakan janji pelaksanaan perbaikan yang disebut akan dilakukan pada Oktober.
“Katanya Oktober dilaksanakan. Tapi udah mau masuk pertengahan. Apa harus oyag lagi,” ujar Agum dalam unggahannya.
Ungkapan tersebut mencerminkan kekecewaan warga yang merasa harus terus menyuarakan tuntutan agar perbaikan jalan segera direalisasikan.
Sementara itu, Indra, salah seorang warga yang turut menyoroti persoalan tersebut, menilai masyarakat membutuhkan kepastian dan bukti nyata dari pemerintah, bukan sekadar rencana yang belum jelas pelaksanaannya.
“Jangan sampai masyarakat hanya diberi harapan melalui janji-janji, sementara kondisi jalan yang rusak masih dibiarkan. Kami berharap pemerintah segera memberikan kepastian dan melakukan perbaikan,” ujar Indra.
Menurutnya, penanganan jalan seharusnya dilakukan berdasarkan kondisi kerusakan di lapangan. Perbaikan tidak cukup hanya berfokus pada satu ruas, sementara jalur lain yang juga mengalami kerusakan masih membutuhkan penanganan.
Jalan Raya Singajaya hingga Pendeuy merupakan akses penting bagi masyarakat di wilayah Garut Selatan. Kerusakan jalan dinilai menghambat mobilitas warga, memperlambat perjalanan, serta meningkatkan risiko kecelekaan bagi pengguna jalan.
Selain persoalan pemerataan pengerjaan, warga juga menyoroti minimnya informasi yang mereka terima terkait rencana penanganan jalan. Hingga kini, masyarakat berharap pihak Kecamatan Singajaya maupun dinas terkait dapat memberikan penjelasan mengenai jadwal pengerjaan, ruas yang menjadi prioritas, serta tahapan perbaikan.
Warga juga meminta Pemkab Garut memberikan kejelasan mengenai realisasi anggaran Rp2,5 miliar yang sebelumnya dikabarkan disiapkan untuk penanganan jalan. Kepastian tersebut dinilai penting agar masyarakat mengetahui sejauh mana rencana perbaikan telah berjalan.
Indra berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret dengan memastikan penanganan dilakukan secara merata dan berkualitas. Dengan demikian, perbaikan tidak hanya bersifat sementara, tetapi dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Hingga kini, warga masih menunggu realisasi janji perbaikan Jalan Raya Singajaya hingga Pendeuy. Masyarakat berharap pemerintah segera memberikan penjelasan dan kepastian waktu pengerjaan agar keluhan yang telah berulang kali disampaikan tidak kembali berujung pada kekecewaan.***