GARUT, PURNAYUDHA.COM – Krisis air bersih akibat kemarau berkepanjangan masih dirasakan warga Kampung Limustilu, Desa Ciudian, Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Hingga kini, warga mengaku belum mendapatkan bantuan pasokan air bersih sehingga terpaksa mengandalkan air Sungai Cikaengan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk untuk minum.

Kondisi tersebut terjadi setelah sumur dan sejumlah mata air di lingkungan warga mengering. Untuk mendapatkan air, warga harus menuju aliran sungai dengan melewati jalan yang cukup terjal.

Di tengah keterbatasan itu, warga berupaya mencari sumber air yang masih tersedia di sekitar sungai dengan membuat lubang galian sederhana di dasar sungai untuk menampung rembesan air yang kemudian dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran, terutama terkait keamanan air yang dikonsumsi warga. Air sungai yang belum melalui pengolahan dan pemeriksaan kualitas berisiko mengandung mikroorganisme penyebab penyakit sehingga tidak aman untuk langsung diminum.

Pemerintah Desa Ciudian bersama pihak Kecamatan Singajaya sebelumnya telah mengajukan permohonan bantuan pasokan air bersih kepada Pemerintah Kabupaten Garut.

Permohonan tersebut tertuang dalam surat pada 21 September 2026 lalu, bernomor 300.2.3/167/Kec/2026 yang berisi permintaan bantuan suplai air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan.

Namun, hingga kini warga Kampung Limustilu masih menantikan realisasi bantuan tersebut. Di tengah kebutuhan air yang semakin mendesak, masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk memenuhi kebutuhan dasar warga termasuk memberikan solusi jangka panjang.

“Kami selaku warga sangat menyayangkan lambatnya respons Pemerintah Kabupaten Garut dalam menangani krisis air bersih, hingga kini warga masih kesulitan mendapatkan air bersih, bahkan terpaksa mengandalkan air sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk untuk minum.” Kata Indra.

Padahal, pemerintah desa bersama pihak kecamatan sudah mengajukan permohonan bantuan suplai air bersih melalui surat resmi. Namun, hingga kini warga masih menunggu realisasi bantuan tersebut.***

By admin

Leave a Reply