TASIKMALAYA, PURNAYUDHA.COM – Perjalanan organisasi tidak berhenti ketika kepengurusan berganti. Semangat menjaga kesinambungan perjuangan menjadi salah satu pesan yang mengemuka dalam Rapat Koordinasi Cabang (RAKOORCAB) PC IPNU dan IPPNU Kabupaten Tasikmalaya Masa Khidmat 2025–2027.
Kegiatan tersebut digelar di Gedung PCNU Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (6/9/2026).
Salah satu rangkaian kegiatan diisi dengan talkshow bersama Majelis Alumni IPNU-IPPNU Kabupaten Tasikmalaya. Forum ini menjadi ruang bagi para kader untuk melihat kembali perjalanan organisasi sekaligus menyerap pengalaman dari para alumni yang sebelumnya pernah menjalankan roda kepengurusan.
Talkshow menghadirkan M. Sandra Firdaus, S.Ip., Ketua IPNU Masa Khidmat 2010–2012; Fahmi Sidik, S.E., Ketua IPNU Masa Khidmat 2012–2014; Fikri Nursyamsi, S.E., Ketua IPNU Masa Khidmat 2014–2016; serta Anbiyani Nurpatwa, S.Pd., Bendahara IPPNU Masa Khidmat 2021–2023.
Forum tersebut dipandu Alwi Sihab dan Karina Rahayu.
Ketua PC IPPNU Kabupaten Tasikmalaya, Novi Fitriani, S.E., mengatakan perjalanan IPNU dan IPPNU di Kabupaten Tasikmalaya tidak terlepas dari perjuangan panjang para pendahulu.
“Berdirinya IPNU dan IPPNU di Kabupaten Tasikmalaya bukanlah sesuatu yang hadir dengan mudah. Ada pengorbanan yang berdarah-darah dari para pejuang di masa sebelumnya,” tutur Novi.
Menurut Novi, keberlanjutan organisasi dibangun melalui kontribusi kader pada setiap masa. Kehadiran dalam berbagai kegiatan, proses kaderisasi, hingga kesediaan mencurahkan waktu dan pikiran merupakan bagian dari rangkaian perjuangan yang dampaknya mungkin baru dirasakan pada masa mendatang.
Pesan tersebut sejalan dengan pandangan Fahmi Sidik. Ia menilai alumni memiliki posisi strategis dalam mendampingi perjalanan para kader.
Menurut Fahmi, alumni tidak hanya menjadi tempat bagi kader untuk meminta arahan, tetapi juga dapat menjadi jembatan untuk membuka akses, menemukan ruang pengembangan diri, serta mempersiapkan langkah organisasi ke depan.
“Alumni bukan hanya menjadi tempat untuk meminta arahan, tetapi juga dapat menjadi jembatan bagi kader dalam melanjutkan proses, menemukan ruang pengembangan diri, serta mempersiapkan langkah ke depan,” ucap Fahmi.
Di sisi lain, kader juga didorong tidak berhenti pada proses menerima arahan. Fikri Nursyamsi mengingatkan pentingnya keberanian untuk mengubah gagasan menjadi langkah nyata dalam organisasi.
“Jangan sampai gagasan hanya berhenti menjadi keinginan. Setiap ide harus berani diperjuangkan dan diwujudkan,” pesannya.
Sementara itu, M. Sandra Firdaus melihat masih terdapat ruang kolaborasi yang dapat dikembangkan PC IPNU-IPPNU Kabupaten Tasikmalaya.
Menurutnya, berbagai peluang tersebut perlu direspons dengan gerak organisasi yang cepat dan terarah agar dapat memberikan manfaat lebih luas bagi kader maupun pelajar.
Rangkaian RAKOORCAB kemudian dilanjutkan dengan pembahasan program kerja dan PPC Pimpinan Cabang sebagai bagian dari upaya menyatukan arah gerak kepengurusan.
Forum tersebut tidak hanya menjadi ruang koordinasi internal, tetapi juga menjadi momentum untuk mempertemukan pengalaman para pendahulu dengan gagasan kader dalam menjalankan organisasi pada masa kini.***