01/09/2026

www.purnayudha.com

Indahnya Berbagi dan Membantu Sesama Salam Kemanusiaan

Cegah Judol di Kalangan Polisi, Polres Tasikmalaya Gelar Razia HP Anggota Secara Mendadak

TASIKMALAYA, PURNAYUDHA.COM — Upaya mencegah personel terjerumus dalam praktik judi online terus dilakukan Polres Tasikmalaya. Kali ini, Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) melakukan pemeriksaan mendadak terhadap telepon seluler (HP) milik seluruh anggota.

Pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai langkah pengawasan sekaligus deteksi dini untuk memastikan tidak ada personel yang terlibat dalam aktivitas perjudian online.

Kasi Humas Polres Tasikmalaya, Aipda Triana Anggasari, mengatakan pemeriksaan HP anggota merupakan tindak lanjut atas instruksi dari Polda Jawa Barat.

“Hari ini Polres Tasikmalaya dari bagian Propam menindaklanjuti perintah dari Polda Jabar memeriksa handphone semua anggota. Takutnya ada oknum-oknum yang terlibat atau ikut judi online. Alhamdulillah, dari anggota Polres Tasikmalaya tidak ada yang ditemukan,” ujar Triana saat dikonfirmasi, Senin (31/8/2026).

Menurutnya, pemeriksaan terhadap perangkat komunikasi anggota bukan kegiatan yang baru dilakukan. Pengawasan tersebut telah menjadi bagian dari langkah preventif yang dilakukan secara berkala untuk meminimalkan potensi pelanggaran disiplin maupun penyalahgunaan teknologi.

Polres Tasikmalaya juga memastikan bakal memberikan tindakan tegas apabila nantinya ditemukan personel yang terbukti terlibat judi online.

“Sanksi internal untuk anggota jika ditemukan ikut judi online, tapi kebetulan tadi tidak ada,” katanya.

Selain pemeriksaan secara langsung, pimpinan Polres Tasikmalaya terus memberikan edukasi dan imbauan kepada seluruh personel agar menjauhi praktik judi online.

Triana menegaskan, judi online tidak hanya berpotensi menimbulkan persoalan finansial, tetapi juga dapat berdampak terhadap kehidupan keluarga hingga karier seorang anggota kepolisian.

“Anggota terus diberi imbauan agar tidak melakukan judi online, karena judi online itu sangat merusak sekali, baik secara ekonomi, merusak karier, hingga merusak rumah tangga,” pungkasnya.