16/08/2026

www.purnayudha.com

Indahnya Berbagi dan Membantu Sesama Salam Kemanusiaan

Jalan Rusak Banjarwangi Singajaya Pendeuy Dikeluhkan Sopir, Onderdil Mobil Cepat Rusak

GARUT, PURNAYUDHA.COM – Kondisi jalan rusak di jalur Banjarwangi–Singajaya–Pendeuy, Kabupaten Garut, Jawa Barat, kembali dikeluhkan para sopir angkutan umum. Kerusakan jalan dinilai tidak hanya memperlambat waktu perjalanan, tetapi juga membuat sejumlah komponen kendaraan lebih cepat mengalami kerusakan.

Para sopir harus ekstra hati-hati ketika melintasi ruas jalan yang dipenuhi lubang dan permukaan jalan yang tidak rata. Kondisi tersebut membuat perjalanan menjadi lebih lama karena kendaraan harus mengurangi kecepatan untuk menghindari kerusakan yang lebih parah.

Selain menghambat mobilitas, jalan rusak juga berdampak langsung terhadap biaya operasional para sopir. Kendaraan yang setiap hari melintasi jalur tersebut dinilai lebih cepat mengalami kerusakan pada bagian kaki-kaki, ban, maupun komponen lainnya.

Keluhan semakin berat karena harga onderdil kendaraan saat ini dinilai cukup mahal. Kerusakan kendaraan membuat sopir harus mengeluarkan biaya tambahan untuk perawatan dan penggantian komponen.

“Jalan rusak ini bukan hanya membuat perjalanan lama, tetapi mobil juga cepat rusak. Bagian kaki-kaki sering bermasalah, sementara harga onderdil sekarang mahal,” keluh Asep salah seorang sopir.

Menurut Asep, kondisi tersebut sangat berpengaruh terhadap pendapatan mereka. Waktu tempuh yang semakin panjang membuat perjalanan menjadi kurang efisien, sementara biaya perawatan kendaraan terus meningkat.

Mereka berharap pemerintah Kabupaten Garut segera melakukan penanganan terhadap ruas jalan Banjarwangi–Singajaya–Pendeuy. Perbaikan dinilai penting bukan hanya untuk kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga untuk menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi dan transportasi masyarakat.

Keluhan para sopir ini menambah panjang daftar aspirasi warga yang mendesak Pemerintah Kabupaten Garut segera memperbaiki jalur penghubung tiga kecamatan tersebut.

Masyarakat berharap rencana perbaikan jalan tidak hanya menjadi wacana, tetapi segera direalisasikan melalui penganggaran dan pekerjaan fisik di lapangan.***