GARUT, PURNAYUDHA.COM – Semangat kolaborasi lintas elemen kembali menguat dalam kegiatan penanaman kayu program recovery lahan eks okupasi di Blok Cipancur 7, Apdeling Cisaruni Lama, Desa Margamulya. Kegiatan yang berlangsung di lahan seluas 5,52 hektare ini menjadi bukti nyata bahwa pemulihan lingkungan akan berjalan lebih kuat ketika digerakkan bersama.
Dalam kegiatan tersebut, Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut hadir lengkap bersama jajaran pengurus di bawah kepemimpinan H. Jaeni. Kehadiran paguyuban ini menegaskan perannya sebagai penghubung dan penguat sinergi antara petani penggarap, pihak perkebunan, pemerintah, serta unsur masyarakat lainnya dalam upaya menjaga kelestarian alam.
Ketua Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut, H. Jaeni, menyampaikan bahwa kegiatan penanaman kayu ini bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi menanam kesadaran dan tanggung jawab bersama. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci agar upaya recovery lahan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan berlanjut pada perawatan dan keberlanjutan.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari PTPN 1 Regional 2 Kebun Cisaruni. Askep PTPN 1 Regional 2, A. Riya Rahardi, S.Hut., menegaskan bahwa program recovery lahan okupasi merupakan bagian dari agenda dan komitmen perkebunan dalam menjaga keseimbangan lingkungan di kawasan HGU.
“Program recovery lahan sudah menjadi agenda dan program yang dilaksanakan perkebunan. Kehadiran masyarakat, khususnya kelompok tani dan Paguyuban Kolaborasi Hijau, menjadi kekuatan penting agar pemulihan lahan berjalan berkelanjutan,” ungkap Askep PTPN 1 Regional 2 Kebun Cisaruni.
Kegiatan penanaman ini berawal dari inisiatif Enduh, Ketua Kelompok Tani Blok Cipancur 7, bersama 16 anggota kelompok tani, yang kemudian berkoordinasi dengan pihak PTPN 1 Regional 2. Kesadaran para penggarap lahan eks okupasi akan pentingnya menjaga alam, terutama sebagai respons atas meningkatnya kejadian bencana alam, menjadi landasan kuat terselenggaranya kegiatan ini.
Selain Paguyuban Kolaborasi Hijau dan pihak PTPN, kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Camat Cikajang Riyana Tasripin, S.Sos., Ketua PMI Cikajang, Ketua FKPPI Rayon Cikajang, unsur LSM, Ormas, OKP, petani penggarap, perwakilan Pemerintah Desa Margamulya, serta undangan lainnya.
Melalui kolaborasi ini, Blok Cipancur 7 diharapkan menjadi contoh pemulihan lahan eks okupasi berbasis kebersamaan. Kegiatan ini juga diharapkan mampu menginspirasi penggarap di lahan HGU PTPN 1 Regional 2 lainnya, bahwa menjaga alam adalah tanggung jawab bersama yang harus dijalankan secara konsisten.***
